KALAPANUNGGALUPDATE.COM, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. – ( 11/1/2026 ). Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kalapanunggal resmi mengeluarkan Surat Edaran tentang Sinkronisasi Data dan Pemerataan Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2026. Surat tersebut ditetapkan pada 6 Januari 2026 dan ditujukan kepada Kepala KSPPG serta Mitra/Yayasan pelaksana MBG di wilayah Kecamatan Kalapanunggal.
Dalam surat bernomor 002/BGN-Su/KOR-SPPG/43354/I/2026, ditegaskan bahwa perlu dilakukan verifikasi dan pemutakhiran data penerima manfaat guna menjamin pemerataan dan ketepatan sasaran. Program MBG 2026 sendiri dijadwalkan mulai berjalan serentak pada 8 Januari 2026, dengan target maksimal 3.000 paket makanan bergizi bagi penerima manfaat di wilayah tersebut.
Koordinator SPPG Kecamatan Kalapanunggal menjelaskan bahwa sinkronisasi data ini mencakup berbagai kelompok sasaran, antara lain balita, ibu hamil, ibu menyusui, anak sekolah, serta santri pondok pesantren. Langkah ini diambil untuk menghindari tumpang tindih data penerima, sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Jadwal Distribusi MBG 2026
Dalam surat edaran tersebut juga ditetapkan jadwal resmi distribusi MBG, yaitu:
8 Januari 2026
Distribusi bagi penerima B3 serta satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta siswa RA, MI, MTs, dan MA.
12 Januari 2026
Distribusi bagi satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan, meliputi PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA/SMK.
Pihak SPPG berharap seluruh mitra dan pemangku kepentingan dapat mendukung proses koordinasi ini demi kelancaran program serta penguatan ketahanan gizi nasional.
Orang Tua Siswa SD Pertanyakan MBG yang Sempat Tidak Dibagikan
Sementara itu, sejumlah orang tua siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kalapanunggal mengaku sempat mempertanyakan tidak adanya pembagian MBG dalam beberapa waktu terakhir menjelang libur semester sekolah tahun 2025.
Salah seorang orang tua siswa menyampaikan kebingungannya.
“Kami sempat bertanya-tanya, kenapa menjelang libur semester akhir tahun 2025 anak-anak tidak lagi menerima MBG seperti biasanya. Apakah programnya dihentikan, atau memang sedang ada penyesuaian?” ujarnya.
Orang tua lainnya juga mengungkapkan harapan agar informasi dapat disampaikan lebih awal kepada wali murid.
“Kalau memang ada penataan data atau jadwal baru, kami berharap ada pemberitahuan resmi ke sekolah atau orang tua, supaya tidak muncul berbagai asumsi di masyarakat,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, melalui surat edaran ini pihak SPPG menegaskan bahwa penghentian sementara pembagian MBG di akhir 2025 bukanlah penghentian program, melainkan bagian dari proses evaluasi, sinkronisasi data, dan persiapan pelaksanaan MBG Tahun 2026 agar distribusi lebih merata dan tepat sasaran.
Fokus Pemerataan dan Ketepatan Sasaran
Koordinator SPPG Kecamatan Kalapanunggal menegaskan bahwa seluruh proses ini dilakukan demi meningkatkan kualitas layanan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.
“Kami berharap sinergi semua pihak dapat terus terjaga agar Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” demikian penegasan dalam penutup surat edaran tersebut.
Dengan diterbitkannya surat ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu pelaksanaan distribusi MBG sesuai jadwal resmi yang telah ditetapkan. ( RED )


















