KALAPANUNGGALUPDATE.COM | KALAPANUNGGAL SUKABUMI — ( 11/10/2026 ). Puluhan warga Kampung Panyindangan, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan dari acara hajatan. Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026, tersebut membuat warga di lingkungan setempat diliputi kekhawatiran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 37 orang dari satu RW yang mencakup dua RT dilaporkan mengalami gejala seperti muntah-muntah dan diare. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi saat menghadiri acara hajatan. Namun, penyebab pasti kejadian ini masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Puskesmas Kalapanunggal, Toto Suprapto, SKM, mengatakan bahwa gangguan kesehatan yang dialami puluhan warga tersebut diduga berkaitan dengan faktor makanan yang dikonsumsi di tempat hajatan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut masih dalam proses pemeriksaan laboratorium dan hasilnya belum keluar.
Dengan demikian, sumber penyebab kejadian belum dapat dipastikan secara definitif. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat membantu memberikan kejelasan mengenai dugaan keterkaitan makanan dengan gangguan kesehatan yang dialami warga.
Dari total 37 warga yang dilaporkan terdampak, sebanyak 10 orang telah dipulangkan setelah kondisi mereka dinyatakan membaik. Berdasarkan informasi yang diterima, mereka berasal dari RT 28 dan RT 15.
Kepulangan tersebut dilaporkan dilakukan atas kemauan sendiri setelah kondisi kesehatan membaik. Sementara itu, kondisi warga lainnya tetap menjadi perhatian dan memerlukan pemantauan sesuai kebutuhan medis.
Gejala muntah-muntah dan diare yang dialami sejumlah warga menjadi perhatian karena berpotensi menyebabkan kekurangan cairan, terutama apabila berlangsung berulang kali.
Menyikapi kejadian tersebut, Camat Kalapanunggal, R. Ade Akhsan, hadir bersama Sekretaris Kecamatan Budi dan anggota Satpol PP, Edi, untuk meninjau situasi serta memperoleh keterangan terkait insiden tersebut.
Kepala Desa Kadununggal, Muhammad Yusup, yang dikenal dengan sapaan Kades Bako, turut hadir dalam upaya koordinasi terkait kondisi warga.
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan pemerintah desa menjadi bagian dari perhatian terhadap peristiwa yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut masih belum keluar.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kepastian mengenai sumber gangguan kesehatan perlu menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak terkait.
Warga yang mengalami muntah-muntah, diare berulang, tubuh lemas, atau tanda-tanda dehidrasi diimbau segera mencari pertolongan medis.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan makanan, terutama dalam penyelenggaraan hajatan atau kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Kalapanunggal Update akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk hasil pemeriksaan laboratorium dan informasi resmi mengenai kondisi warga yang terdampak.
Catatan redaksi: Dugaan keterkaitan makanan hajatan dengan gangguan kesehatan warga belum menjadi kesimpulan akhir. Hasil laboratorium masih dinantikan.
Investigasi : Deda Abdurrohman
Editor : WR
KALAPANUNGGAL UPDATE
TAJAM TERPERCAYA — Dari Desa Untuk Dunia



















