Desa Pulosari Alami Lonjakan Stok Gabah, Harga Petani Bertahan Di Rp7.000–8.000 Per Kilo

KALAPANUNGGALUPDATE .COM, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, – ( 17/1/2026 ). Aktivitas panen raya di sejumlah wilayah berdampak pada meningkatnya pasokan gabah di tingkat penggilingan padi. Kondisi tersebut terlihat jelas di beberapa jasa penggilingan padi, salah satunya di Kampung Nanggerang, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, di mana stok gabah dan beras tampak menumpuk memenuhi area gudang.

Tumpukan karung gabah dan beras yang tersusun rapi hingga ke sudut bangunan menjadi penanda melimpahnya hasil panen petani. Para pekerja penggilingan terlihat sibuk mengatur stok, menimbang, hingga memproses gabah menjadi beras untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Diduga, melimpahnya stok ini merupakan dampak positif dari panen raya yang terjadi hampir bersamaan di beberapa wilayah sekitar. Selain itu, adanya program bantuan sosial pangan serta program MBG (Makan Bergizi Gratis) turut memengaruhi perputaran distribusi dan serapan beras di tingkat penggilingan.

Dari pantauan di lapangan, harga gabah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram, angka yang dinilai cukup menguntungkan bagi petani. Sementara itu, harga beras berada pada kisaran Rp310.000 hingga Rp325.000 per karung ukuran 25 kilogram, tergantung kualitas dan jenis beras.

Pengelola jasa penggilingan padi di Kampung Nanggerang menyampaikan bahwa kondisi ini patut disyukuri karena mencerminkan hasil pertanian yang baik dan stabilitas produksi.

“Alhamdulillah, stok memang cukup banyak. Ini menandakan panen petani bagus. Harga gabah juga relatif stabil di angka Rp7.000 sampai Rp8.000 per kilo, sehingga petani tidak terlalu dirugikan,” ujar pengelola penggilingan padi setempat.

Ia menambahkan, meski stok menumpuk, pihaknya tetap berupaya menjaga kualitas penyimpanan agar gabah dan beras tetap layak jual.

“Kami terus mengatur sirkulasi penyimpanan dan penggilingan. Harapannya, distribusi beras ke pasar tetap lancar dan harga tetap stabil, apalagi dengan adanya bantuan sosial dan program MBG yang juga menyerap produksi beras,” tambahnya.

Dengan kondisi ini, para petani berharap pemerintah terus menjaga kestabilan harga serta memperkuat sistem serapan hasil panen agar kelebihan stok tidak berdampak pada penurunan harga di kemudian hari. Panen raya yang melimpah diharapkan menjadi berkah, bukan hanya bagi petani, tetapi juga bagi ketahanan pangan masyarakat secara luas.

REPORTER : WRJ.        EDITOR : WR