Anak Usia Tujuh Tahun Bercita-Cita Menjadi Konten Kreator, Cerminan Perubahan Aspirasi Generasi Alpha

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | DUNIA ANAK – ( 4/7/2026 ). Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap cara pandang anak-anak dalam menentukan cita-cita. Jika pada generasi milenial profesi seperti guru, dokter, anggota TNI, polisi, hingga presiden menjadi impian yang paling sering diungkapkan, maka pada generasi Alpha pilihan cita-cita semakin beragam dan mengikuti perkembangan zaman, seperti menjadi gamer, pengembang aplikasi, hingga konten kreator.

Fenomena tersebut terlihat pada Muhammad Baka Ibrahim, seorang anak berusia tujuh tahun yang memiliki cita-cita menjadi seorang konten kreator. Ketertarikannya muncul dari kebiasaan menyusun Blookis Transformer dan Lego, serta menonton tayangan kreatif anak-anak di berbagai platform media sosial. Dari aktivitas tersebut, ia mulai membayangkan bahwa permainan yang disukainya dapat dikemas menjadi konten yang menghibur sekaligus menginspirasi.

Saat ditemui di kediamannya pada Sabtu (4/7/2026), ibu Muhammad Baka Ibrahim mengungkapkan bahwa putranya kerap menyampaikan keinginannya untuk menjadi konten kreator.

“Setiap kali bermain Lego atau menyusun Blookis Transformer, Baka selalu meminta agar aktivitasnya direkam. Ia bahkan sudah memiliki keinginan untuk mempunyai kanal YouTube dan Facebook dengan nama Baka Blookis. Namun hingga saat ini kami belum membuatkannya karena masih memiliki keterbatasan dalam pengelolaan, seperti proses pengambilan gambar, penyuntingan video, dan hal-hal lain agar kontennya lebih menarik,” ujarnya.

Meski demikian, pihak keluarga menyatakan akan terus mendukung cita-cita anak selama diarahkan kepada hal-hal yang positif dan bermanfaat.

“Sebagai orang tua, kami selalu mendukung apa yang menjadi harapan anak. Yang terpenting adalah memberikan pendampingan, motivasi, serta menanamkan nilai-nilai spiritual, akhlak, dan pendidikan yang baik. Kami ingin anak memahami bahwa setiap cita-cita hanya dapat diraih melalui kesungguhan, kerja keras, dan proses belajar yang berkelanjutan. Dengan begitu, ia dapat tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral,” pungkasnya.

Kisah Muhammad Baka Ibrahim menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya mengubah cara anak bermain, tetapi juga membentuk cara mereka memandang masa depan. Peran orang tua menjadi sangat penting untuk mendampingi, mengarahkan, dan memastikan bahwa pemanfaatan teknologi tetap memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak. ( RED )