Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, Kabupaten Sukabumi Gelar Apel Kesiapsiagaan Di Pondok Modern Assalam

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | BOJONGGENTENG SUKABUMI, – ( 24/10/2026 ). Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Apel Kesiapsiagaan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 yang digelar di Pondok Modern Assalam Putra, Kampung Cibodas, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 ini diikuti berbagai unsur terkait kebencanaan, termasuk anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) se-Kabupaten Sukabumi, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan personel dan memperkuat koordinasi dalam penanggulangan bencana.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, S.E., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bojonggenteng, para kepala UPTD dan UPTB, Camat Bojonggenteng, serta berbagai unsur relawan dan komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, tidak hanya pemerintah, tetapi juga komunitas dan para relawan yang selama ini aktif dalam kegiatan kemanusiaan.

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penanganan bencana. Namun kami menyadari, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh keterlibatan semua unsur, termasuk komunitas dan para relawan,” ujarnya dalam Apel Kesiapsiagaan Bulan Pengurangan Risiko Bencana di Pondok Modern Assalam Putra, Bojonggenteng, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, Kabupaten Sukabumi memiliki banyak komunitas relawan dengan semangat kemanusiaan yang tinggi. Potensi tersebut perlu dikelola melalui koordinasi yang baik agar setiap unsur dapat bergerak bersama secara terarah dan saling mendukung dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan.

“Apalagi di Kabupaten Sukabumi ini, banyak komunitas relawan yang semangatnya luar biasa. Terutama yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kebencanaan,” ungkapnya.

Ia juga berharap komunitas-komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi dan komunikasi antarkomunitas dinilai penting untuk menyatukan langkah, mengoptimalkan sumber daya, serta meningkatkan efektivitas penanganan bencana di daerah.

“Kita banyak komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan, namun saya berharap tidak berjalan sendiri-sendiri. Mari kita bergabung, berkoordinasi, dan membangun kolaborasi melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Apel kesiapsiagaan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, unsur kewilayahan, petugas kebencanaan, komunitas, dan relawan, diharapkan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, serta respons darurat dapat berjalan lebih optimal.

Selain meningkatkan kesiapan personel, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pengurangan risiko bencana perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas masyarakat hingga penguatan kerja sama lintas sektor.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian kemanusiaan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap seluruh unsur yang terlibat dapat terus bersinergi dalam mewujudkan penanggulangan bencana yang lebih terkoordinasi, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

 

Reporter: Rahmat Hidayat
Editor: WR

error: Mohon Maaf Tidak Bisa Di Salin ( COPAS ) !!