Tragis! Kecelakaan Maut Di Parungkuda, Satu Pejalan Kaki Meninggal Dunia, Empat Lainnya Luka-Luka

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | PARUNGKUDA KABUPATEN SUKABUMI – ( 24/10/2026 ). Suasana dini hari di Jalan Raya Sukabumi–Bogor mendadak mencekam setelah sebuah mobil Toyota Rush menabrak lima orang pejalan kaki di Kampung Pangadegan, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Insiden tragis tersebut merenggut satu nyawa. Seorang pejalan kaki bernama M. Yosep (22) dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat cedera kepala. Sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa nahas itu melibatkan mobil Toyota Rush bernomor polisi F 1206 QE yang dikemudikan Eggianto Cahya Ramadhan (30), seorang mahasiswa asal Depok. Kendaraan tersebut diketahui melaju dari arah Parungkuda menuju Cibadak.

DIDUGA KURANG KONSENTRASI, MOBIL MENABRAK LIMA PEJALAN KAKI

Berdasarkan keterangan resmi Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edhi Wibowo, kecelakaan bermula ketika kendaraan melintas di lokasi kejadian.

Setibanya di Kampung Pangadegan, pengemudi diduga kurang berkonsentrasi ke arah kiri jalan. Mobil kemudian menabrak lima orang pejalan kaki yang berada di sisi kiri jalan.

Benturan keras tak terhindarkan. Setelah menabrak para pejalan kaki, kendaraan tersebut baru berhenti setelah menghantam sebuah pohon di pinggir jalan.

Akibat insiden itu, satu orang meninggal dunia di tempat kejadian, sedangkan empat korban lainnya mengalami luka ringan.

Kelima pejalan kaki yang menjadi korban masing-masing bernama M. Yosep (22), Risman (23), Agus Sopiandi (33), Nurman Nudin (19), dan Sirojudin (25).

Korban M. Yosep dinyatakan meninggal dunia di lokasi akibat cedera kepala. Sementara Risman, Agus Sopiandi, Nurman Nudin, dan Sirojudin segera dievakuasi ke RSUD Sekarwangi, Cibadak, untuk mendapatkan perawatan medis.

SAKSI MENGAKU MENDENGAR BENTURAN KERAS

Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Taufik (41), menuturkan bahwa mobil tersebut terlihat agak oleng ke arah kiri sebelum kecelakaan terjadi.

Menurut keterangannya, suara benturan terdengar sangat keras hingga mengundang perhatian warga di sekitar lokasi.

“Suara benturannya keras sekali. Saya sama warga lain langsung bantu evakuasi korban ke rumah sakit,” tuturnya.

Warga yang berada di sekitar tempat kejadian pun berupaya memberikan pertolongan kepada para korban. Situasi tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama karena kecelakaan berlangsung pada dini hari ketika kondisi jalan relatif minim penerangan di sejumlah titik.

KONDISI JALAN TERPANTAU BAIK

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), kondisi jalan dilaporkan dalam keadaan baik, berupa jalan lurus dengan marka yang jelas. Arus lalu lintas saat itu terpantau ramai lancar.

Meski demikian, penyebab kecelakaan masih menjadi bagian dari penanganan kepolisian. Dugaan kurang konsentrasi yang disampaikan dalam keterangan awal perlu dibedakan dari kesimpulan akhir penyelidikan.

Akibat kecelakaan tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Kasus ini kini ditangani Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Sukabumi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

PENGENDARA DAN PEJALAN KAKI DIMINTA LEBIH WASPADA

Peristiwa tragis di Parungkuda ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar tidak mengabaikan keselamatan, khususnya saat berkendara pada malam hingga dini hari.

Bagi warga Kalapanunggal, Parungkuda, Cibadak, serta masyarakat yang melintasi jalur Sukabumi–Bogor, pengendara diimbau menjaga konsentrasi, mengurangi kecepatan sesuai kondisi jalan, dan selalu mengantisipasi keberadaan pejalan kaki.

Sementara itu, pejalan kaki diharapkan menggunakan sisi jalan yang paling aman, menghindari area berisiko, serta mengenakan perlengkapan yang mudah terlihat apabila berjalan dalam kondisi gelap.

Satu nyawa yang hilang dalam kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa kelengahan sesaat di jalan raya dapat berujung pada konsekuensi yang sangat serius.

 

Sumber: Polres Sukabumi / detikJabar
Hari/Tanggal: Sabtu, 24 Oktober 2026
Ditulis ulang oleh: KangDed

KALAPANUNGGAL UPDATE
TAJAM • INDEPENDEN • TERKINI • SEIMBANG

error: Mohon Maaf Tidak Bisa Di Salin ( COPAS ) !!