KALAPANUNGGALUPDATE.COM | PERTANIAN PULOSARI SUKABUMI – ( 14/10/2026 ). Inovasi budidaya pertanian terus dikembangkan untuk mendorong efisiensi biaya produksi dan meningkatkan efektivitas kerja petani. Salah satunya melalui kegiatan demonstrasi plot (demplot) padi dengan metode Tanam Benih Langsung (TABELA) yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Remaja Mandiri di lahan sawah milik Bapak Suganda, Kampung Raksamala RT 33 RW 01, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kalapanunggal, yakni Bapak Landi, Mulus, dan Rendi, turun langsung ke lapangan untuk mendampingi proses penerapan metode TABELA.
Metode TABELA merupakan teknik budidaya padi dengan menanam benih langsung di lahan sawah tanpa melalui proses persemaian dan pemindahan bibit atau tandur seperti pada metode konvensional. Melalui penerapan teknik ini, petani diharapkan dapat menghemat waktu, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta menekan biaya produksi pada tahap penanaman.
Pangkas Tahapan, Tekan Biaya Tanam
Salah satu keunggulan yang menjadi perhatian dalam penerapan metode TABELA adalah potensi penghematan biaya tandur. Petani tidak perlu melakukan tahapan persemaian bibit dan pemindahan bibit ke lahan sawah, sehingga kebutuhan tenaga kerja pada proses tersebut dapat dikurangi.
Kegiatan demplot ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi petani untuk mengenal, mengamati, dan mengevaluasi penerapan teknologi budidaya padi yang lebih efisien.
Pendampingan petugas BPP Kalapanunggal juga menjadi bagian penting dalam memastikan penerapan metode dilakukan sesuai dengan kondisi lahan serta kebutuhan teknis budidaya di lapangan.
Meski menawarkan potensi efisiensi, keberhasilan metode TABELA tetap dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya persiapan dan perataan lahan, pengaturan air, kualitas benih, pengendalian gulma, serta ketepatan teknik penebaran benih. Oleh karena itu, hasil demplot perlu diamati hingga masa pertumbuhan dan panen untuk mengetahui efektivitasnya secara menyeluruh.
Dorong Petani Lebih Efisien dan Adaptif
Melalui kegiatan demplot di lahan sawah milik Bapak Suganda, Kelompok Tani Remaja Mandiri diharapkan memperoleh pengalaman praktis mengenai alternatif metode tanam padi yang berpotensi menghemat biaya dan tenaga kerja.
Keterlibatan petugas BPP Kalapanunggal dalam kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya pendampingan penyuluhan pertanian dalam memperkenalkan teknologi budidaya kepada petani.
Penerapan metode TABELA menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan sesuai kondisi lahan, ketersediaan tenaga kerja, dan kemampuan petani dalam mengelola tanaman.
Dengan adanya uji coba melalui demplot ini, diharapkan petani semakin terbuka terhadap inovasi pertanian, mampu menghitung efisiensi biaya secara cermat, serta terus meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani padi.
TABELA: Tanam Lebih Praktis, Potensi Hemat Biaya Tandur, Menuju Pertanian yang Lebih Efisien.
Reporter : WR
Sumber Photo : Ketua Kelompok Tani Remaja Mandiri



















