Abu Hitam Diduga Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Sukabumi, Warga Kalapanunggal Temukan di Lantai Rumah

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | KALAPANUNGGAL, 5 September 2026 — Sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah mencapai wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026). Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Infogempadunia yang menyebut berdasarkan pantauan satelit, arah sebaran abu bergerak ke tenggara menuju wilayah Sukabumi.

Dalam keterangannya, hingga Sabtu, 5 September 2026 pukul 15.30 WIB, Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi. Kolom abu disebut menyebar ke sejumlah arah, di antaranya tenggara, selatan, barat daya, dan barat, dengan pola sebaran yang sangat bergantung pada arah serta kecepatan angin dan kondisi atmosfer.

Berdasarkan informasi tersebut, abu yang bergerak ke arah tenggara menuju Sukabumi terpantau sekitar pukul 12.30 WIB, sementara konsistensi arah menuju wilayah Sukabumi terjadi sekitar pukul 13.30 WIB hingga saat informasi tersebut disampaikan. Masyarakat Sukabumi pun diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Warga Kalapanunggal Temukan Abu Hitam di Lantai Rumah

Sementara itu, kondisi yang diduga berkaitan dengan sebaran abu tersebut dirasakan warga Kampung Kalapanunggal RT 14/03, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.

Seorang warga bernama Herlinda mengaku merasakan hal yang tidak biasa ketika sedang menyapu lantai rumah. Ia menemukan cukup banyak material berwarna hitam yang tampak seperti abu atau pasir halus.

 “Saya merasa ada hal yang tidak biasa ketika menyapu lantai rumah. Banyak abu atau seperti pasir hitam. Saya menduga itu abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau, tapi secara pastinya belum tahu juga,” ungkap Herdina.

Temuan tersebut membuat warga bertanya-tanya mengenai asal material hitam yang ditemukan di sekitar rumah. Meski demikian, belum dapat dipastikan bahwa material tersebut merupakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tanpa adanya pemeriksaan atau konfirmasi dari pihak berwenang.

Informasi mengenai sebaran abu vulkanik juga perlu disikapi secara bijak mengingat terdapat perbedaan analisis antar-lembaga dalam mengidentifikasi penyebab sejumlah fenomena yang terjadi di wilayah Jawa Barat. Perbedaan analisis dapat terjadi karena masing-masing pihak menggunakan data, parameter, dan metode analisis yang berbeda.

Masyarakat diimbau tetap tenang, menggunakan masker saat berada di luar rumah, serta mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang terkait perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi dampaknya terhadap wilayah Sukabumi.

 

Reporter: AYI

Editor: WR

error: Mohon Maaf Tidak Bisa Di Salin ( COPAS ) !!