KALAPANUNGGALUPDATE.COM | SUKABUMI, 3 September 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi memperkuat sinergi dalam membangun kesadaran demokrasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Perluasan Pendidikan Pemilih dan Peningkatan Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi.
Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, bertempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas pendidikan kepemiluan, khususnya bagi pemilih pemula yang berada di lingkungan pendidikan dan pesantren di bawah naungan Kemenag Kabupaten Sukabumi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi Faisal Rifa’i, MM, menyampaikan bahwa pendidikan pemilih pemula menjadi bagian penting dalam membangun kualitas demokrasi. Menurutnya, generasi muda perlu mendapatkan pemahaman yang baik mengenai hak dan tanggung jawab mereka dalam kehidupan demokrasi.
“Pemilih pemula merupakan bagian penting dalam masa depan demokrasi. Karena itu, mereka perlu mendapatkan pendidikan kepemiluan yang baik agar mampu memahami hak pilihnya, menggunakan hak tersebut secara bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi,” ujar Faisal Rifa’i.
Melalui kerja sama tersebut, kedua lembaga berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam berbagai aspek pendidikan demokrasi, salah satunya melalui sosialisasi dan edukasi kepemiluan bagi pemilih pemula.
Faisal menambahkan, pengawasan terhadap proses Pemilihan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan dan pesantren.
“Pengawasan partisipatif harus dibangun secara bersama-sama. Kami berharap lingkungan pendidikan dan pesantren dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi sekaligus mendorong generasi muda berani berpartisipasi dalam mengawal proses Pemilihan yang demokratis dan berintegritas,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Lebih dari itu, pendidikan pemilih diharapkan dapat melahirkan generasi yang kritis, cerdas, dan memiliki kepedulian terhadap kualitas demokrasi.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan pemilih, sinergi Bawaslu dan Kemenag Kabupaten Sukabumi juga diarahkan untuk meningkatkan pengawasan partisipatif. Lingkungan pendidikan dan pesantren dipandang memiliki peran strategis sebagai bagian dari ekosistem demokrasi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemilihan.
Selain itu, Nota Kesepahaman tersebut turut memberikan perhatian terhadap penguatan integritas dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi.
Penguatan aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim demokrasi yang berintegritas sekaligus memastikan ASN dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional serta tetap menjaga netralitas.
“Kami juga menekankan pentingnya integritas dan netralitas ASN. Dengan profesionalitas dan netralitas yang terjaga, kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi dapat terus diperkuat,” tegas Faisal.
Sinergi antara Bawaslu Kabupaten Sukabumi dan Kemenag Kabupaten Sukabumi diharapkan tidak berhenti sebagai kerja sama kelembagaan semata. Lebih jauh, kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini, terutama kepada generasi muda sebagai calon pemilih dan bagian penting dari masa depan demokrasi.
Dengan melibatkan pemilih pemula, lembaga pendidikan, pesantren, serta ASN, kedua lembaga berkomitmen bersama-sama membangun masyarakat yang semakin memahami hak dan tanggung jawab dalam kehidupan demokrasi serta aktif menjaga proses Pemilihan agar berlangsung demokratis, berintegritas, dan berkeadilan.
Bawaslu Kabupaten Sukabumi juga terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kualitas demokrasi dan mewujudkan Pemilihan yang berintegritas.
Reporter: AYI
Editor: WR



















