Kemarau Panjang Bikin Peternak Kelabakan, Pakan Sulit Dicari Ternak Terpaksa Dijual Murah

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | KALAPANUNGGAL SUKABUMI —  ( 1/9/2026 ). Aktivitas perdagangan kambing dan domba di Pasar Hewan Palagan, Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026), berlangsung ramai. Ratusan hewan ternak tampak memenuhi area pasar, berdampingan dengan para pedagang dan calon pembeli.

Namun, di balik ramainya aktivitas pasar, para peternak justru menghadapi persoalan serius. Kemarau panjang membuat ketersediaan pakan hijauan semakin sulit, sehingga biaya dan tenaga untuk mempertahankan ternak menjadi semakin berat.

Bagi peternak, kondisi ini menjadi dilema. Ternak membutuhkan pakan setiap hari, sementara rumput dan hijauan semakin sulit ditemukan. Akibatnya, sebagian peternak memilih membawa ternaknya ke pasar dan menjualnya dengan harga yang cukup murah, daripada harus menanggung beban pemeliharaan tanpa kepastian ketersediaan pakan.

Iwan RS, peternak milenial, mengungkapkan bahwa dampak kemarau panjang sangat terasa dalam aktivitas beternak. Untuk mempertahankan ternaknya tetap hidup, berbagai sumber pakan harus dimanfaatkan.

“Kemarau panjang, pakan susah dicari. Sampai daun hanjuang juga dimanfaatkan. Nu penting hirup daripada teu nyatu, Pak. Yang penting ternak tetap bisa bertahan hidup,” ungkap Iwan RS.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat peternak harus mencari cara agar kebutuhan pakan tetap terpenuhi. Jika tidak, kondisi ternak dapat menurun dan harga jual pun semakin sulit diharapkan.

Sementara itu, kondisi di Pasar Hewan Palagan juga menunjukkan banyaknya ternak yang ditawarkan. Harga domba atau danten berada di kisaran Rp300 ribu, Rp500 ribu hingga Rp700 ribuan, tergantung ukuran dan kondisi hewan.

Untuk kambing pejantan, harga berada di kisaran Rp900 ribu hingga Rp1,8 juta.

Meski harga relatif murah, pedagang mengaku tidak semua ternak berhasil terjual. Sebagian hewan yang sudah dibawa ke pasar terpaksa kembali dibawa pulang karena belum menemukan pembeli.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi peternak bukan hanya harga jual, tetapi juga ketersediaan pakan akibat kemarau panjang dan daya beli pasar.

Menghadapi kondisi tersebut, para peternak berharap pemerintah turun tangan memberikan solusi, terutama dalam membantu ketersediaan pakan selama musim kemarau.

Bantuan berupa pakan ternak alternatif, hijauan pakan, pendampingan peternak, maupun program penanganan dampak kemarau dinilai dapat membantu agar peternak tidak terpaksa menjual ternaknya dengan harga terlalu rendah.

Iwan RS berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada peternak kecil dan peternak milenial yang tengah berusaha mempertahankan usaha mereka di tengah sulitnya mendapatkan pakan.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu soal pakan. Sekarang mencari rumput susah. Yang penting bagaimana ternak bisa tetap hidup dan peternak juga bisa bertahan,” harapnya.

Para peternak berharap kondisi kemarau segera berakhir, hujan kembali turun, dan ketersediaan pakan hijauan kembali normal. Dengan demikian, mereka tidak lagi berada dalam posisi harus menjual ternak secara murah hanya karena kesulitan mendapatkan pakan.

Pantauan Pasar Hewan Palagan, Bojongkokosan, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi — Selasa, 1 September 2026.

Reporter: AYI
KALAPANUNGGAL UPDATE
TAJAM • INDEPENDEN • TERKINI • SEIMBANG

error: Mohon Maaf Tidak Bisa Di Salin ( COPAS ) !!