Perkuat Ketahanan Keluarga, Fraksi PPP DPRD Sumbar Gelar Sosialisasi Perda Di Sijunjung

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | SIJUNJUNG — ( 9/8/2026 ). Ketahanan keluarga menjadi salah satu kunci penting dalam membangun generasi berkualitas sekaligus menciptakan masyarakat dan daerah yang tangguh. Berangkat dari pentingnya peran keluarga tersebut, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ir. Hj. Neldaswenti, M.Si., menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPC PPP Kabupaten Sijunjung itu mendapat perhatian masyarakat. Sejumlah tokoh masyarakat, bundo kanduang, alim ulama, kader PPP serta unsur masyarakat lainnya hadir mengikuti kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut.
Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali bahwa pembangunan tidak semata-mata berbicara mengenai infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menyangkut pembangunan manusia yang berawal dari lingkungan keluarga.
Kegiatan diawali dengan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua DPC PPP Kabupaten Sijunjung, H. Alpian Kasir, S.I.Kom.
Dalam sambutannya, Alpian menekankan bahwa ketahanan keluarga merupakan persoalan bersama yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi seorang anak dalam memperoleh pendidikan, membentuk karakter, mengenal nilai agama, sekaligus belajar memahami kehidupan bermasyarakat.
“Kalau keluarga kuat, insyaallah masyarakat juga akan kuat. Dari keluargalah pendidikan dan pembentukan karakter anak dimulai,” menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Setelah sambutan Ketua DPC PPP Kabupaten Sijunjung, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Ir. Hj. Neldaswenti, M.Si., selaku anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PPP.
Ketahanan Keluarga Bukan Sekadar Persoalan Ekonomi
Materi sosialisasi kemudian disampaikan oleh Zulkarnaini, Kabid pada DP3AKB Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran narasumber dari instansi yang menangani pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana tersebut memperkaya pembahasan mengenai bagaimana membangun keluarga yang tangguh di tengah perubahan zaman.
Dalam pemaparannya, Zulkarnaini menjelaskan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi.
Lebih dari itu, ketahanan keluarga mencakup kemampuan menjalankan fungsi pendidikan, pengasuhan, perlindungan, pembinaan agama, komunikasi, hingga membangun hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak.
“Keluarga yang kuat tidak lahir begitu saja. Ia dibangun melalui komunikasi, keteladanan, pendidikan, perhatian dan nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini,” menjadi salah satu pesan penting dalam sosialisasi tersebut.
Pembahasan pun semakin menarik ketika peserta diajak melihat tantangan keluarga di era digital. Kemajuan teknologi dan media sosial memang memberikan banyak manfaat, namun pada saat yang sama menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam mendidik, mendampingi dan mengawasi anak.
Orang tua, kata dia, tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi. Kehadiran secara emosional, komunikasi yang terbuka, keteladanan serta pendidikan moral dan agama menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Adat dan Agama Jadi Modal Sosial Sumatera Barat
Dalam konteks masyarakat Sumatera Barat, penguatan ketahanan keluarga memiliki modal sosial yang kuat melalui nilai adat dan agama.
Peran alim ulama, bundo kanduang, ninik mamak dan tokoh masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga nilai-nilai kehidupan sekaligus memberikan arah kepada generasi muda.
Falsafah “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” juga dapat menjadi pijakan moral dalam membangun keluarga yang kuat, menjaga identitas budaya, serta membentuk generasi yang memiliki akhlak dan tanggung jawab sosial.
Karena itu, penguatan keluarga tidak bisa hanya dibebankan kepada orang tua. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar lingkungan tempat anak tumbuh menjadi lingkungan yang aman, sehat dan memberikan keteladanan positif.
Bukan Sekadar Sosialisasi, Tapi Ruang Menyerap Aspirasi
Sosialisasi Perda Nomor 17 Tahun 2018 ini tidak berhenti pada penyampaian materi. Kegiatan juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan wakil rakyat.
Peserta diberikan kesempatan menyampaikan berbagai persoalan, pengalaman dan tantangan yang dihadapi keluarga di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Bagi Fraksi PPP DPRD Sumatera Barat, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat. Kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya dirasakan ketika membahas kebijakan di lembaga legislatif, tetapi juga melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Politik, dalam perspektif tersebut, tidak hanya berbicara mengenai kekuasaan dan kontestasi, tetapi juga tentang bagaimana kebijakan daerah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami substansi Perda Nomor 17 Tahun 2018 serta memiliki kesadaran bersama untuk memperkuat ketahanan keluarga.
Sebab, daerah yang kuat tidak hanya dibangun dengan pembangunan fisik, tetapi juga dengan manusia yang kuat. Dan pembangunan manusia yang paling mendasar dimulai dari keluarga.
Reporter : AGUS YI
Editor : WR
error: Mohon Maaf Tidak Bisa Di Salin ( COPAS ) !!