KALAPANUNGGALUPDATE.COM | KABUPATEN SUKABUMI — ( 28/3/2026 ). Suasana liburan di kawasan wisata pantai selatan Sukabumi kembali diselimuti duka. Seorang wisatawan muda dilaporkan meninggal dunia setelah tersapu arus laut saat nekat menyeberang dari Pulau Mandra menuju Pantai Palangpang, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Korban diketahui bernama Muhamad Fardeen (20), seorang mahasiswa/pelajar asal Jl. Rambat Wetan RT 01/RW 06, Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Sementara satu orang rekannya, Erik Heryanto (33), warga Kampung Banua RT 08/RW 03, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Insiden tragis ini bermula ketika kedua korban diketahui menginap di kawasan Pantai Oyo, Pantai Palangpang. Sekitar pukul 10.30 WIB, saat kondisi air laut sedang surut, keduanya nekat menyeberang dengan berjalan kaki dari bibir Pantai Palangpang menuju Pulau Mandra dengan tujuan untuk memancing.
Namun nahas, keputusan tersebut justru berujung petaka.
Padahal, Pulau Mandra merupakan area yang tidak diperbolehkan untuk dikunjungi wisatawan karena dinilai memiliki tingkat risiko tinggi terhadap keselamatan pengunjung.
Arus Laut Mendadak Mengganas
Sekitar pukul 12.30 WIB, saat keduanya hendak kembali ke Pantai Palangpang, kondisi air laut diketahui sudah mulai pasang dengan ketinggian diperkirakan mencapai 2,5 meter. Dalam hitungan menit, arus laut yang kuat dan ombak yang ganas langsung menyapu keduanya hingga hanyut terbawa gelombang.
Di tengah kepanikan itu, Muhamad Fardeen diduga tidak dapat berenang, sehingga tak mampu menyelamatkan diri saat tubuhnya ditarik arus ke tengah. Sementara rekannya, Erik Heryanto, berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.
Peristiwa memilukan tersebut sontak mengundang perhatian warga dan wisatawan lain yang berada di sekitar lokasi. Petugas Balawista bersama warga sekitar pun bergerak cepat melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi terhadap kedua korban.
Setelah berhasil dievakuasi, keduanya langsung dibawa ke puskesmas setempat untuk penanganan lebih lanjut. Namun nahas, nyawa Muhamad Fardeen tidak berhasil diselamatkan.
Liburan Berubah Jadi Duka
Kejadian ini kembali menjadi gambaran nyata bahwa keindahan wisata bahari selatan Sukabumi menyimpan ancaman serius jika tidak disikapi dengan kewaspadaan tinggi. Apa yang awalnya hanya ingin dijadikan aktivitas santai memancing, berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa.
Momen ini juga menjadi pengingat pahit bahwa pasang surut air laut bukan sekadar perubahan biasa, melainkan kondisi alam yang dapat berubah sangat cepat dan mematikan, terutama di wilayah pesisir dengan karakter ombak kuat seperti kawasan Palangpang-Ciemas.
Kepala Dinas Pariwisata: Keselamatan Harus Jadi Prioritas
Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengimbau seluruh wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan Sukabumi agar lebih berhati-hati dan mematuhi seluruh aturan keselamatan yang telah ditetapkan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung wisata pantai di Kabupaten Sukabumi agar selalu berhati-hati, tidak memaksakan diri memasuki area terlarang, dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat berwisata,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sejumlah titik wisata pantai, pulau kecil, dan area karang di wilayah selatan Sukabumi memiliki karakter ombak yang dinamis serta arus yang sangat berbahaya, terutama saat terjadi perubahan pasang surut air laut.
“Jangan menyeberang ke lokasi yang memang tidak diperuntukkan bagi wisatawan, terlebih tanpa pendampingan petugas. Sekecil apa pun kelalaian, risikonya bisa sangat fatal,” tegasnya.
Peringatan Keras Bagi Wisatawan
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang berlibur ke kawasan wisata laut agar tidak mengabaikan rambu larangan, tidak bertindak nekat, serta selalu mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Di balik indahnya panorama laut selatan Sukabumi, tersimpan ancaman yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi maut bila kewaspadaan diabaikan.
Jangan sampai liburan yang seharusnya membawa kebahagiaan, justru berakhir dengan duka mendalam.
Reporter : AGUS YI. Editor : WR


















