Duka Mendalam Di Sukabumi: Bocah 12 Tahun Tewas dengan Luka Bakar, Hasil Autopsi Ungkap Jantung Dan Paru Mengalami Pembengkakan

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | Tragedi memilukan mengguncang warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang remaja laki-laki berinisial NS (12) meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan saat berada di rumahnya sendiri. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga sekaligus memicu keprihatinan publik. ( 22/2/2026 ).

NS diketahui sedang pulang dari pesantren untuk menjalani libur menjelang bulan puasa bersama keluarga. Namun, masa kebersamaan itu justru berubah menjadi tragedi yang tak terbayangkan.

Kondisi Korban Mengundang Kepanikan Keluarga

Ayah korban, Anwar Satibi (38), tak mampu menahan tangis saat mengenang momen terakhir bersama putranya. Ia menceritakan bahwa sebelum berangkat bekerja ke Kota Sukabumi, kondisi anaknya sehat tanpa keluhan apa pun.

Namun dua hari kemudian, sebuah telepon dari istrinya membuatnya panik. Ia diberi kabar bahwa anaknya mengalami demam tinggi dan kondisi kesehatannya menurun drastis.

Setibanya di rumah, Anwar terkejut melihat tubuh NS telah dipenuhi luka melepuh di beberapa bagian, terutama kaki, tangan, dan punggung. Awalnya ia mengira luka tersebut akibat demam, hingga akhirnya muncul pengakuan yang membuat suasana berubah tegang.

Pengakuan Mengejutkan di Rumah Sakit

Saat mendapatkan penanganan medis, seorang kerabat menanyai NS mengenai penyebab luka yang dialaminya. Dalam kondisi lemah, korban disebut mengaku sempat dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya.

Pengakuan itu menjadi titik awal kecurigaan adanya tindakan penganiayaan. NS kemudian menjalani perawatan intensif di rumah sakit wilayah Jampangkulon sebelum akhirnya dirujuk untuk proses autopsi.

Dugaan Kekerasan Pernah Terjadi

Fakta lain yang terungkap, dugaan kekerasan terhadap NS disebut bukan pertama kali terjadi. Ayah korban mengaku pernah melaporkan insiden serupa sekitar satu tahun lalu ke pihak Polres Sukabumi, namun kasus tersebut berakhir melalui mediasi keluarga.

Kala itu, ibu tiri korban disebut meminta kesempatan untuk berubah dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Hasil Autopsi: Luka Bakar dan Pembengkakan Organ Dalam

Autopsi dilakukan di RS Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi setelah jenazah diterima dari penyidik.

Tim forensik menemukan sejumlah luka bakar pada bagian kaki, punggung, lengan, hingga area wajah. Luka juga terlihat pada bibir dan hidung yang diduga berkaitan dengan paparan panas.

Selain luka luar, pemeriksaan organ dalam menunjukkan adanya pembengkakan pada jantung dan paru-paru korban. Sampel organ tersebut kini masih menjalani uji laboratorium untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

Meski demikian, dokter forensik menyatakan bahwa luka bakar yang ditemukan belum dapat dipastikan sebagai penyebab langsung kematian.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Kasus ini masih dalam tahap pendalaman oleh pihak kepolisian guna memastikan kronologi sebenarnya. Penyidik juga menunggu hasil laboratorium lanjutan untuk menentukan faktor medis yang berkontribusi terhadap meninggalnya korban.

Informasi awal mengenai peristiwa ini turut dilaporkan oleh media regional DetikJabar.

Perlu ditegaskan bahwa kasus ini bersifat individual dan tidak dapat digeneralisasi. Tidak semua ibu tiri atau orang tua sambung melakukan tindakan kekerasan. Namun demikian, tragedi ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan anak serta kewaspadaan lingkungan terhadap tanda-tanda kekerasan dalam keluarga.

Kasus kematian NS kini menjadi sorotan publik dan menyisakan duka mendalam, sekaligus harapan agar kebenaran segera terungkap. ( RED )

Dilansir dari DetikJabar Dan Detik.com