Mati Listrik Tiba-tiba Menghantui Warga, Cuaca Ekstrem Diprediksi Landa Sukabumi

KALAPANUNGGALUPDATE.COM, KALAPANUNGGAL, – ( 24/1/2026 ).  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kepdeputian Bidang Meteorologi merilis peta prakiraan angin lapisan 3.000 feet untuk Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 07.00 WIB. Dari peta tersebut, wilayah Jawa Barat bagian selatan, termasuk Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, berpotensi mengalami hembusan angin cukup kencang yang perlu diwaspadai masyarakat.

Klik Gambar Ini Untuk Pasang Iklan

Berdasarkan analisis peta, kecepatan angin di wilayah selatan Jawa, termasuk Sukabumi dan sekitarnya, berada pada kisaran 19 hingga 36 knot. Di perairan selatan Jawa, bahkan terpantau hembusan angin mencapai 36 knot, yang tergolong angin kencang dan berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran serta nelayan tradisional.

Sementara itu, di daratan Jawa Barat bagian tengah hingga selatan, termasuk kawasan Kalapanunggal, kecepatan angin diperkirakan berada di kisaran 19–23 knot. Arah angin dominan bergerak dari barat hingga barat daya menuju timur dan timur laut, mengikuti pola monsun barat yang masih aktif.

BMKG juga mencatat adanya bibit siklon tropis “91S” di wilayah Samudra Hindia selatan Indonesia dengan tekanan pusat sekitar 992 hPa dan kecepatan angin maksimum 25 knot. Keberadaan sistem ini memperkuat aliran angin di wilayah selatan Jawa, termasuk Sukabumi, sehingga berpotensi meningkatkan intensitas hembusan angin dan pembentukan awan hujan.

Selain itu, di wilayah timur Indonesia terpantau bibit siklon tropis “92P” dengan tekanan 1004 hPa dan kecepatan angin maksimum 15 knot. Meski pusatnya jauh dari Jawa Barat, sistem ini ikut memengaruhi pola sirkulasi angin regional.

Kondisi ini diperkirakan dapat memicu beberapa dampak di wilayah Kalapanunggal dan sekitarnya, antara lain:

  1. Pohon tumbang dan dahan patah akibat hembusan angin kencang
  2. Gangguan jaringan listrik dan telekomunikasi
  3. Meningkatnya risiko gelombang tinggi di perairan selatan Sukabumi
  4. Potensi hujan lebat disertai angin pada siang hingga malam hari

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya warga Kecamatan Kalapanunggal, untuk:

  • Menghindari berteduh di bawah pohon besar dan baliho
  • Mengamankan benda-benda ringan di sekitar rumah
  • Waspada saat berkendara, terutama di jalur terbuka dan perbukitan
  • Nelayan diminta menunda melaut apabila angin dan gelombang meningkat

Prakiraan ini berlaku untuk periode pagi hingga siang hari, namun masyarakat diharapkan terus memantau informasi terbaru dari BMKG melalui kanal resmi, mengingat dinamika atmosfer dapat berubah dengan cepat.

Dengan kondisi atmosfer yang masih labil, kewaspadaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem di wilayah Kalapanunggal dan Kabupaten Sukabumi secara umum. ( RED )

Sumber : BMKG