Warga Kalapanunggal Diminta Waspada, Pola Angin Aktif Picu Cuaca Labil

KALAPANUNGGALUPDATE.COM, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. — ( 18/1/2026 ).  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peta Prakiraan Angin Lapisan 3.000 feet tanggal 18 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, yang menunjukkan adanya dinamika atmosfer cukup aktif di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi.

Photo Sumber BMKG

Berdasarkan analisis tersebut, Kecamatan Kalapanunggal diperkirakan akan terdampak aliran angin monsun baratan dengan kecepatan bervariasi 20–30 knot, terutama pada siang hingga malam hari. Pola angin ini berpotensi memicu peningkatan pembentukan awan hujan, sehingga peluang hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang sesaat dapat terjadi secara tidak merata.

Selain itu, pada peta BMKG juga terpantau adanya aktivitas siklon tropis di sekitar wilayah Filipina dan selatan Indonesia, yang turut memengaruhi pola sirkulasi angin di wilayah Jawa bagian barat. Kondisi ini dapat menyebabkan cuaca berubah cepat, termasuk peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi di perairan selatan Jawa.

Prakiraan Singkat 3 Hari ke Depan (18–20 Januari 2026):

Hari ini (18/1):

Berawan hingga hujan ringan–sedang, angin bertiup cukup kencang dari barat–barat laut.

Besok (19/1):

Potensi hujan sedang hingga lebat pada sore–malam hari, disertai angin kencang sesaat.

Lusa (20/1):

Cuaca masih labil, hujan lokal berpotensi terjadi, terutama sore dan malam.

Himbauan BMKG:

BMKG mengimbau masyarakat Kecamatan Kalapanunggal dan sekitarnya untuk:

  • Mewaspadai angin kencang, terutama di area terbuka dan pepohonan tinggi.
  • Berhati-hati terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang dan genangan air.
  • Nelayan dan pengguna transportasi laut di wilayah Sukabumi selatan agar memperhatikan perkembangan angin dan gelombang sebelum melaut.
  • Selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG melalui kanal resmi.

Dengan meningkatnya aktivitas atmosfer ini, masyarakat diharapkan tetap waspada namun tidak panik, serta menyiapkan langkah antisipasi demi keselamatan bersama.

KREATIF : TIM REDAKSI 

SUMBER : BMKG