KALAPANUNGGALUPDATE.COM, Jakarta. – ( 16/1/2026 ). Morpheus Muda menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera. Dukungan tersebut difokuskan pada pemulihan ekonomi masyarakat terdampak melalui penguatan sektor UMKM sebagai fondasi kebangkitan ekonomi lokal, Kamis (15/01).
Founder Morpheus Muda, Rizky Abdul Rojak, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik. Menurutnya, kebangkitan ekonomi rakyat harus menjadi prioritas utama agar masyarakat dapat kembali mandiri dan berdaya.
“Pemulihan pascabencana harus menyentuh langsung kehidupan masyarakat. UMKM adalah sektor yang paling cepat bangkit dan paling dekat dengan denyut ekonomi rakyat. Di sinilah peran Kementerian UMKM menjadi sangat strategis,” ujar Rizky dalam keterangannya.
Langkah Konkret Kementerian UMKM Dinilai Tepat Sasaran
Morpheus Muda menilai sejumlah langkah konkret yang telah dan terus dilakukan Kementerian UMKM merupakan fondasi penting dalam percepatan pemulihan ekonomi pascabencana di Sumatera. Beberapa di antaranya meliputi pendataan dan verifikasi UMKM terdampak sebagai basis kebijakan yang tepat sasaran, fasilitasi akses pembiayaan dan permodalan khusus pascabencana, hingga pendampingan usaha untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan kondisi baru.
Selain itu, penguatan akses pasar dan digitalisasi UMKM dinilai krusial agar produk pelaku usaha terdampak bencana dapat kembali bersaing dan terserap pasar nasional maupun platform digital.
Peran Aktif Morpheus Muda di Lapangan
Sejalan dengan program pemerintah, Morpheus Muda turut mengambil peran aktif dan inheren dalam proses pemulihan ekonomi pascabencana di Sumatera. Organisasi kepemudaan ini terlibat langsung dalam pendampingan UMKM muda dan komunitas lokal, penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, serta digital marketing.
Tak hanya itu, Morpheus Muda juga memperkuat jejaring kolaborasi antara UMKM lokal dengan komunitas pemuda, investor sosial, serta ekosistem bisnis yang lebih luas. Advokasi kebijakan berbasis pemuda turut dilakukan agar program pemulihan UMKM pascabencana berjalan inklusif dan berkelanjutan.
“Ketika negara hadir melalui kebijakan dan fasilitasi, maka pemuda harus hadir dengan inovasi dan kerja nyata di lapangan. Sinergi inilah yang kami dorong untuk mempercepat pemulihan Sumatera pascabencana,” tegas Rizky.
Morpheus Muda berharap kolaborasi antara Kementerian UMKM dan elemen kepemudaan ini dapat menjadi model pemulihan ekonomi pascabencana berbasis UMKM yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.
REPORTER : AGUS YI
EDITOR : WR



















