KALAPANUNGGALUPDATE.COM | JAKARTA, Kamis, 24 September 2026 — Presidium Pelajar Nasional akan menggelar Diskusi Nasional bertajuk “Suara Pelajar Dalam Reformasi Kepemiluan” pada Jumat, 25 September 2026, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai, bertempat di Momen Kopi Aceh, Jl. Pal Putih No. 194 B, Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
Kegiatan ini mengangkat tema “Mengawal RUU Pemilu, Memperkuat Partisipasi Generasi Muda, Menatap Demokrasi 2029”. Forum tersebut menghadirkan Aneu Nursifah, S.E., M.M., Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Barat, sebagai narasumber.
Diskusi juga akan diikuti jajaran Presidium Pelajar Nasional, di antaranya perwakilan organisasi pelajar dari berbagai latar belakang. Salah satunya yakni Reza Firdaus, Sekretaris Jenderal PB Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (PB SEPMI), bersama sejumlah pimpinan organisasi pelajar lainnya sebagai bagian dari dialog kepemudaan tersebut.
Reza Firdaus: Pelajar Harus Menjadi Bagian dari Percakapan Demokrasi
Sekretaris Jenderal PB SEPMI Reza Firdaus menyampaikan bahwa keterlibatan pelajar dan generasi muda dalam diskusi kepemiluan menjadi penting, terutama dalam membangun pemahaman mengenai demokrasi dan proses penyusunan kebijakan.
“Pelajar dan generasi muda tidak boleh hanya menjadi objek dalam proses demokrasi. Kita perlu hadir sebagai bagian dari percakapan, menyampaikan gagasan, memahami proses kepemiluan, sekaligus ikut mengawal agar demokrasi berjalan dengan partisipasi masyarakat yang semakin baik,” ujar Reza.
Menurutnya, ruang dialog lintas organisasi pelajar seperti Diskusi Nasional tersebut dapat menjadi sarana untuk mempertemukan berbagai perspektif dan meningkatkan literasi kepemiluan di kalangan generasi muda.
“Yang paling penting adalah membangun budaya diskusi yang sehat, kritis, berbasis data dan tetap menjunjung nilai-nilai kebangsaan. Generasi muda harus mampu memberikan kontribusi melalui gagasan dan partisipasi yang konstruktif dalam menghadapi agenda demokrasi ke depan,” tambahnya.
Membuka Ruang Partisipasi Generasi Muda
Diskusi Nasional tersebut diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan mengenai arah reformasi kepemiluan, posisi generasi muda, serta pentingnya partisipasi pelajar dalam kehidupan demokrasi.
Keterlibatan pemilih muda dan pelajar dalam pendidikan demokrasi juga menjadi perhatian lembaga penyelenggara pemilu. Bawaslu, misalnya, dalam program pendidikan pemilihnya menekankan pentingnya pelajar memahami demokrasi, pengawasan partisipatif, serta peran mereka sebagai calon pemilih pemula.
Dengan mengusung semangat “Suara Pelajar Dalam Reformasi Kepemiluan”, forum ini diharapkan tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi dapat mendorong lahirnya gagasan dan rekomendasi dari generasi muda terkait masa depan demokrasi Indonesia.
“Suara pelajar adalah suara generasi yang akan menjalani masa depan demokrasi Indonesia. Karena itu, ruang untuk belajar, berdiskusi dan menyampaikan gagasan harus terus dibuka,” pungkas Reza.
Reporter: AYI
Editor: WR



















