KALAPANUNGGALUPDATE.COM | CIEMAS – ( 19/6/2026 ). Langkah nyata menuju energi bersih dan berkelanjutan kembali ditunjukkan Kabupaten Sukabumi. Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menghadiri kegiatan Panen Raya Tanaman Sorgum dan Pengiriman Perdana Biomassa Sorgum Dust untuk kebutuhan program co-firing di PLTU Palabuhanratu yang digelar di Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah, PLN Indonesia Power, pelaku usaha, serta para petani tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat. Tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan melalui pengembangan tanaman sorgum sebagai sumber biomassa.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukabumi Andreas menegaskan bahwa pengembangan sorgum merupakan sebuah terobosan strategis yang mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus, yaitu mendukung energi berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Program ini menjadi contoh bagaimana sesuatu yang sebelumnya dianggap kurang bernilai kini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sorgum dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi petani sekaligus mendukung kebutuhan energi PLTU,” ungkap Andreas.
Menurutnya, keberadaan industri besar di Kabupaten Sukabumi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar melalui pola kemitraan yang saling menguntungkan. Dengan kebutuhan biomassa untuk program co-firing PLTU Palabuhanratu yang mencapai sekitar 1.400 ton per bulan, peluang keterlibatan petani lokal dalam rantai pasok energi terbarukan dinilai sangat besar.
Selain memberikan manfaat ekonomi, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi karbon dan mendukung target transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Jabar II Palabuhanratu, Bowo Pramono, menjelaskan bahwa pengembangan sorgum telah dimulai sejak tahun 2025 melalui berbagai tahapan, mulai dari penanaman hingga panen raya perdana yang kini berhasil dilaksanakan.
Menurutnya, tanaman sorgum memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya masa panen yang relatif singkat, yakni sekitar tiga bulan. Kondisi tersebut menjadikan sorgum sangat potensial sebagai sumber biomassa berkelanjutan untuk kebutuhan co-firing PLTU.
“Panen raya dan pengiriman perdana ini menjadi langkah awal dalam memperkuat rantai pasok biomassa berbasis masyarakat serta wujud komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung transisi energi menuju target net zero emission,” jelasnya.
sisi lain, Direktur Utama PT Berkah Inti Daya (BID), Eko Satrio Pramono, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, PLN Indonesia Power, dunia usaha, dan para petani dalam menghadirkan solusi energi yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.
Ia menambahkan, selain berfungsi sebagai sumber energi terbarukan, tanaman sorgum juga memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif karena mampu tumbuh di berbagai kondisi lahan.
Ke depan, PT BID berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas tanaman sorgum, memperluas kemitraan dengan petani, serta memperkuat rantai pasok biomassa agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Melalui panen raya dan pengiriman perdana biomassa sorgum ini, Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan petani diharapkan menjadi model pengembangan energi terbarukan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Reporter : AGUS YI
Editor : WR


















