Khutbah Jum’at di Masjid Jami Nuurul Ihsan: Allah SWT Senantiasa Menunggu Hambanya Untuk Bertaubat

KALAPANUNGGALUPDATE.COM, MASJID NUURUL IHSAN CIGOONG PASIR, Desa Pulosari, kecamatan Kalapanunggal, – ( 16-1-2026 ).  Suasana khusyuk dan penuh ketenangan menyelimuti pelaksanaan Ibadah Sholat Jum’at di Masjid Jami Nuurul Ihsan, Kampung Cigoong Pasir, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, pada Jum’at siang ini. Ratusan jamaah memadati masjid untuk menunaikan kewajiban sekaligus menyimak pesan keimanan yang sarat makna dengan tema “Allah SWT Menunggu Hambanya untuk Bertaubat Setelah Berbuat Dosa dan Maksiat.”

Khutbah Jum’at disampaikan oleh Ustadz Herman yang mengajak seluruh jamaah untuk tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT, betapapun besar dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan. Dalam khutbahnya, Ustadz Herman menegaskan bahwa pintu taubat Allah SWT selalu terbuka luas selama hayat masih dikandung badan.

“Walaupun dosa kita sepenuh dunia, selama kita benar-benar bertaubat dengan tulus, Allah SWT akan menerima taubat hamba-Nya. Allah tidak pernah lelah menunggu hamba-Nya kembali,” tutur Ustadz Herman dengan penuh keteduhan.

Pesan tersebut dikuatkan dengan dalil Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Az-Zumar ayat 53:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Az-Zumar: 53)

Selain itu, Ustadz Herman juga mengutip hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi:

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di tenggorokan.”

(HR. Tirmidzi, No. 3537 – Hasan)

Pelaksanaan Sholat Jum’at berlangsung tertib dan khidmat. Bertindak sebagai Muroki adalah Saudara Jimawan, sementara Muadzin dipercayakan kepada Saudara Ahmad, yang dengan lantunan adzan merdu menggetarkan hati jamaah untuk segera memenuhi panggilan Allah SWT.

Khutbah Jum’at kali ini menjadi pengingat mendalam bagi jamaah bahwa manusia tidak luput dari dosa dan khilaf. Namun, kasih sayang Allah SWT jauh lebih besar daripada dosa itu sendiri. Selama pintu taubat masih terbuka, setiap hamba memiliki kesempatan untuk kembali kepada jalan yang diridhai-Nya.

Dengan pesan yang menyejukkan dan penuh harapan, jamaah meninggalkan Masjid Jami Nuurul Ihsan dengan hati yang lebih tenang, tekad yang diperbarui, serta keyakinan bahwa Allah SWT selalu menunggu hamba-Nya untuk kembali, bertaubat, dan memperbaiki diri. ( WR )