Keluarga Korban Minta Video Laka Lantas di Depan Samsat Cibadak Dihapus, Ini Alasannya

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | KARANG TENGAH CIBADAK Kabupaten Sukabumi – ( 29/3/2026 ).  Beredarnya video kecelakaan lalu lintas yang terjadi di depan Samsat Cibadak, tepatnya di wilayah Karang Tengah, pada Sabtu (28/03/2026), menuai perhatian publik sekaligus duka mendalam bagi keluarga korban.

Dalam unggahan yang beredar di media sosial, salah satu anggota keluarga korban perempuan menyampaikan permohonan secara terbuka kepada para pengguna media sosial, khususnya admin grup, agar menghapus video kejadian tersebut.

Permintaan itu disampaikan karena video yang beredar dinilai sangat sensitif dan tidak melalui proses penyensoran, sehingga memperlihatkan kondisi korban secara jelas. Hal ini membuat keluarga merasa sangat terpukul, terlebih di tengah suasana duka yang masih dirasakan.

“Kami selaku keluarga memohon kepada siapa pun yang telah mengunggah video tersebut agar segera menghapusnya. Kami sangat berduka melihat rekaman itu tersebar luas tanpa sensor,” tulis perwakilan keluarga dalam unggahan tersebut.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa beredarnya video tanpa batas di berbagai platform memperparah kondisi emosional pihak keluarga, terutama saat melihat detik-detik kejadian yang tidak layak untuk dikonsumsi publik.

Peristiwa kecelakaan yang menimpa seorang perempuan tersebut sebelumnya sempat viral di sejumlah platform media sosial, memicu berbagai reaksi dari warganet. Namun di balik viralnya video, terdapat luka mendalam yang dirasakan oleh keluarga korban.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyebarkan konten yang berkaitan dengan musibah atau tragedi. Menghormati privasi dan perasaan keluarga korban menjadi hal yang sangat penting.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait kronologi lengkap kecelakaan tersebut. Namun, pihak keluarga berharap agar publik dapat menghentikan penyebaran video demi menghargai korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Editor: Kalapanunggal Update