KALAPANUNGGALUPDATE.COM | JAKARTA TIMUR, – ( 9/10/2026 ). Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara, sementara kobaran api terlihat menyala dari sejumlah jendela bangunan bertingkat. Suasana mencekam menyelimuti lokasi kebakaran rumah makan Nasi Padang Beringin Sawo di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026) pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB tersebut diduga dipicu kebocoran tabung gas di bagian dapur yang berada di lantai tiga bangunan. Api dan asap tebal kemudian terlihat menyelimuti bagian atas bangunan, memicu kepanikan di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bangunan tersebut terdiri dari beberapa lantai dengan fungsi berbeda. Lantai satu digunakan sebagai rumah makan, lantai dua menjadi tempat mes atau istirahat para pekerja, sedangkan bagian lantai tiga digunakan untuk aktivitas dapur.
Di tengah situasi yang menegangkan, seorang ibu dilaporkan melompat dari lantai dua bersama anaknya yang masih berusia empat tahun menuju atap genteng bangunan di samping rumah makan. Aksi tersebut dilakukan dalam situasi darurat saat kobaran api dan asap tebal mengancam keselamatan penghuni bangunan.
Peristiwa ini menggambarkan betapa gentingnya situasi yang terjadi saat kebakaran melanda bangunan tersebut.
Dampak kebakaran tersebut dilaporkan menyebabkan empat orang mengalami luka akibat hembusan gas. Para korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Informasi yang dihimpun Kalapanunggal Update menyebutkan, tiga dari empat korban merupakan warga Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Mereka adalah Yusuf (21), warga Cibojong; Dede (25), warga Tenjo Laut, Desa Walangsari; serta Agung (39), warga Limus Amis, Desa Pulosari. Identitas dan kondisi korban lainnya masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Kabar mengenai musibah tersebut sontak membuat keluarga korban khawatir. Begitu menerima informasi, keluarga langsung bergegas menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi anggota keluarga mereka.
Kakak korban Yusuf, yang dalam keterangannya kepada Kalapanunggal Update disebut sebagai Kang Asep, menyampaikan bahwa pihak keluarga telah berkoordinasi untuk mengetahui kondisi korban sekaligus memastikan penanganan medis yang diterimanya.
“Kami sudah berkoordinasi terkait kejadian kebakaran ini dan memastikan kondisi adik saya. Memang dia dibawa ke rumah sakit, dan pihak pemilik atau bos adik saya bertanggung jawab sampai sembuh,” ungkap Kang Asep kepada Kalapanunggal Update.
Berdasarkan informasi terakhir yang diterima dari pihak keluarga, kondisi para korban dilaporkan mulai membaik. Meski demikian, perkembangan kondisi medis masing-masing korban tetap perlu dipastikan melalui pihak rumah sakit atau keluarga yang bersangkutan.
Untuk mengatasi kobaran api, pemerintah setempat mengerahkan sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Petugas berjibaku melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas ke bangunan lain di kawasan tersebut. Asap hitam yang membubung tinggi dan kobaran api dari jendela bangunan memperlihatkan besarnya ancaman kebakaran di area yang dipadati bangunan dan aktivitas warga.
Hingga informasi ini disusun, penyebab pasti kebakaran masih perlu menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang. Dugaan kebocoran tabung gas belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama sebelum adanya keterangan resmi dari petugas terkait.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi setiap pelaku usaha, khususnya rumah makan yang menggunakan tabung gas di dalam bangunan bertingkat, agar memastikan instalasi gas, ventilasi, serta jalur evakuasi dalam kondisi aman.
Di balik kobaran api yang mengancam keselamatan, kabar mengenai tiga warga Kalapanunggal yang menjadi korban turut menyita perhatian masyarakat Sukabumi. Harapan keluarga kini tertuju pada kesembuhan para korban setelah menjalani perawatan medis.
Penulis: Iwan Baskara
Editor: WR
KALAPANUNGGAL UPDATE, Dari Desa Untuk Dunia — TAJAM TERPERCAYA



















