Panen Padi Di Poktan Rahayu Kalapanunggal Anjlok Hampir 50 Persen, Kemarau Panjang Dan Serangan Hama Jadi Sorotan

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | POKTAN RAHAYU —  ( 23/8/2026 ). Musim panen padi kali ini menjadi tantangan berat bagi para petani di wilayah Kelompok Tani (Poktan) Rahayu, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Hasil produksi dilaporkan mengalami penurunan drastis hingga hampir 50 persen dibandingkan kondisi normal.

Petani Sedang Melakukan Panen Padi

Kondisi tersebut terlihat dari areal persawahan yang mulai memasuki masa panen. Di tengah aktivitas petani memanen padi, lahan tampak mengalami kekeringan dengan permukaan tanah yang retak-retak. Sejumlah tanaman padi juga terlihat menghadapi kondisi pertumbuhan yang kurang optimal.

Penurunan hasil panen diduga tidak lepas dari musim kemarau panjang yang menyebabkan pasokan air ke area persawahan berkurang. Ketersediaan air yang terbatas membuat tanaman padi harus bertahan dalam kondisi lahan yang semakin kering.

Tak hanya persoalan air, petani juga menghadapi gangguan hama tikus dan ulat yang menyerang tanaman padi. Berbagai upaya telah dilakukan petani untuk mempertahankan tanaman hingga masa panen, namun kondisi cuaca dan serangan hama membuat hasil yang diperoleh belum sesuai harapan.

Meski demikian, para petani tidak tinggal diam. Mereka terus berusaha maksimal menjaga tanaman hingga memasuki masa panen, dengan dukungan dari pihak BPP Kecamatan Kalapanunggal dalam upaya pendampingan kepada para petani.

Panen kali ini juga berlangsung hampir serempak pada bulan Agustus. Namun, di balik aktivitas panen tersebut tersimpan harapan besar agar musim berikutnya kondisi pertanian kembali membaik.

Petani berharap musim kemarau segera berakhir, pasokan air kembali normal, serta gangguan hama dapat ditekan, sehingga hasil produksi pada musim tanam berikutnya bisa kembali meningkat.

“Harapannya musim yang akan datang hasil panen bisa lebih baik. Semoga kemarau berakhir dan tidak ada lagi hambatan seperti kekurangan air maupun serangan hama,” menjadi harapan di tengah perjuangan para petani mempertahankan produktivitas sawah.

Kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa ketersediaan air, perubahan kondisi cuaca, serta pengendalian hama memiliki pengaruh besar terhadap hasil pertanian. Bagi petani, setiap bulir padi yang berhasil dipanen merupakan hasil dari perjuangan panjang sejak masa tanam hingga panen.

 

( RED )

error: Mohon Maaf Tidak Bisa Di Salin ( COPAS ) !!