KALAPANUNGGALUPDATE.COM | PEMKAB SUKABUMI — ( 21/8/2026 ). Upaya memperkuat pembudayaan perilaku hidup sehat terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas teknis sekaligus kemampuan manajerial para pelaksana program Pembudayaan Hidup Sehat, khususnya dalam membangun pola hidup sehat yang diterapkan secara terpadu di tengah masyarakat.
Berdasarkan kegiatan yang berlangsung, peserta dari berbagai unsur lintas sektor tampak mengikuti pemaparan materi dan pendampingan teknis. Mereka berasal dari sejumlah perangkat daerah dan unsur terkait, di antaranya Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Diskominfosan, pengelola program di tingkat Puskesmas hingga mitra swasta.
Ketua Tim Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Cecep Marwan, menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan sektor pelayanan medis.
Menurutnya, keterlibatan lintas sektor dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih sehat.
“Perubahan perilaku masyarakat bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dalam waktu singkat. Melalui kegiatan pendampingan ini, kami berharap pelaksanaan PHS tidak hanya berorientasi pada tercapainya target administrasi semata, tetapi benar-benar mampu mendorong perubahan perilaku dan peningkatan kualitas hidup,” ujarnya.
Penguatan Pembudayaan Hidup Sehat juga dinilai memiliki peran strategis dalam mencegah berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti diabetes, hipertensi hingga stroke.
Sejumlah faktor perilaku seperti kurangnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi sayur dan buah, serta kebiasaan merokok menjadi perhatian yang perlu terus ditekan melalui pendekatan promotif dan preventif.
Dalam Bimtek tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai situasi dan kondisi kesehatan di wilayah kabupaten/kota, tata kelola Pembudayaan Hidup Sehat pada berbagai tatanan masyarakat, hingga penguatan regulasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di tingkat daerah.
Tak hanya itu, kegiatan juga membahas survei perilaku hidup sehat tahun 2026, termasuk pemetaan berbagai hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program di tingkat Puskesmas.
Pendampingan teknis turut diarahkan pada penerapan perilaku hidup sehat di lingkungan rumah tangga, satuan pendidikan, serta tempat kerja, baik sektor formal maupun informal.
Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menyusun langkah perbaikan pelaksanaan PHS sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Penguatan program pun akan terus didorong melalui integrasi dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti Posyandu, Germas, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) serta berbagai program promotif dan preventif lainnya.
Dengan adanya koordinasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Pembudayaan Hidup Sehat di Kabupaten Sukabumi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun target administrasi, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja hingga lingkungan masyarakat, kesadaran untuk menerapkan perilaku hidup sehat diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.
Kreatif: WR
Sumber: Akun Facebook Pemkab Sukabumi



















