Terungkap! Dugaan Pembegalan Di Lingkar Selatan Sukabumi Ternyata Rekayasa, Korban Ikat Diri Sendiri Di Mobil Pick Up

KALAPANUNGGALUPDATE.COM, KOTA SUKABUMI. — ( 31/1/2026 ).  Jagat media sosial Kota Sukabumi sempat dihebohkan oleh sebuah video yang menarasikan dugaan aksi pembegalan pada malam Jumat di Jalur Lingkar Selatan. Dalam rekaman tersebut, seorang pria tampak terikat di dalam mobil pick up, memicu kekhawatiran publik akan maraknya kejahatan jalanan. Namun, fakta di balik peristiwa itu justru berbanding terbalik.

Hasil penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa peristiwa yang disebut-sebut sebagai pembegalan tersebut ternyata hanyalah rekayasa. Pria dalam video itu diketahui berinisial N (39), warga Desa Muaradua, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, yang sengaja menciptakan skenario seolah-olah dirinya menjadi korban kejahatan.

Kapolsek Cisaat AKP Yanto Sudiarto menegaskan bahwa klaim pembegalan yang beredar luas tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Setelah kami lakukan penyelidikan, alhamdulillah kebenarannya sudah terungkap. Kejadian pembegalan itu tidak benar. Yang bersangkutan sengaja melakukan itu untuk kepentingan pribadi, seolah-olah dirinya dibegal,” ujar Yanto, Dikutip Dari Berita Sukabumiupdate.com.

Polisi juga memastikan tidak ada barang milik N yang hilang, seperti yang sebelumnya diklaim dalam video.

“Faktanya uang dan HP masih ada pada yang bersangkutan. Tidak ada pembegalan,” tegasnya.

Dalam pemeriksaan, N akhirnya mengakui motif di balik aksi nekat tersebut. Ia mengaku tengah terhimpit masalah ekonomi akibat lilitan utang, ditambah rencana pernikahan yang membutuhkan biaya besar.

“Hasil pemeriksaan, pengakuannya dia butuh uang karena terlilit utang, sekaligus dia juga mungkin merencanakan akan melaksanakan pernikahan,” ungkap Yanto.

Diketahui, N merupakan sopir pengangkut sayuran. Uang yang disebut-sebut hilang adalah uang setoran sayur milik bosnya senilai Rp9.350.000 dari total Rp10.350.000. Meski demikian, kasus ini tidak berlanjut ke proses penyidikan lebih jauh karena pemilik uang tidak membuat laporan resmi ke kepolisian.

“Pemilik uang tidak membuat laporan, sehingga tidak ditindaklanjuti ke proses berikutnya,” jelas Yanto.

Polisi juga menegaskan bahwa tidak ada pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Untuk memperkuat ceritanya, N diketahui mengikat dirinya sendiri menggunakan tali tambang.

“Diikat sendiri, tidak ada orang lain. Seolah-olah dia diikat oleh pelaku pembegalan, padahal tidak,” tambahnya.

Berdasarkan pengakuan N, ia mulai mengikat dirinya sekitar pukul 04.00 WIB dan baru ditemukan oleh warga sekitar pukul 06.30 WIB. Kepolisian pun memastikan bahwa informasi pembegalan yang viral di media sosial tersebut adalah tidak benar.

“Video itu bohong. Tidak ada pembegalan, seolah-olah dia korban, padahal tidak,” pungkas AKP Yanto.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial serta tidak mudah terpancing oleh narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Kreatif : WR

Sumber : Berita sukabumiupdate.com

Disclaimer : Narasi Hasil Kutipan dari Berita Sukabumiupdate.com