Portal Dirusak, Longsor Dikeluhkan Pemilik Lahan Dan Warga Di Palasari Girang

KALAPANUNGGALUPDATE.COM, Pasir Oa – Cikunten, Desa Palasari Girang Kecamatan Kalapanunggal, Sukabumi. – ( 24/1/2026 ). Musibah longsor terjadi di akses jalan penghubung Kampung Pasir Oa menuju Cikunten, tepatnya di RT. 15 RW. 04 wilayah Desa Palasari Girang, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Longsor yang terjadi di sisi badan jalan ini dikeluhkan pemilik lahan dan warga sekitar karena kondisinya semakin melebar dan dinilai sangat membahayakan para pengguna jalan.

Klik Gambar Ini Untuk Pasang Iklan

Menurut keterangan warga setempat, longsor diduga kuat dipicu oleh aktivitas kendaraan roda empat yang kerap melintas di jalur tersebut. Padahal, sejak beberapa waktu lalu, pemilik lahan bersama warga sudah berupaya membatasi akses dengan membuat portal sederhana agar kendaraan besar tidak melintas.

“Portal sudah kami pasang, tapi sayangnya dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Setelah itu kendaraan roda empat kembali sering lewat, dan longsor semakin melebar,” ujar pemilik lahan kepada wartawan, Sabtu,24/1/2026

Saat ini, bagian tebing di sisi jalan tampak terus tergerus, terutama saat hujan turun. Kondisi tersebut membuat badan jalan semakin menyempit dan rawan ambruk sewaktu-waktu. Warga khawatir, di tengah musim hujan seperti sekarang, longsor akan semakin cepat meluas dan berpotensi memutus akses jalan sepenuhnya.

Selain mengancam keselamatan pengguna jalan, longsor ini juga dikhawatirkan akan merusak lahan milik warga yang berada tepat di sisi tebing. Beberapa pengguna jalan bahkan memilih melintas dengan sangat hati-hati karena takut terjadi longsor susulan.

“Kami mohon ada perhatian dan perbaikan secepatnya dari pihak terkait. Ini sudah sangat berbahaya, apalagi sekarang musim hujan,” tambah seorang warga.

Warga berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas terkait segera turun tangan melakukan penanganan, baik dengan penguatan tebing, pemasangan penahan longsor, maupun pengaturan lalu lintas agar kendaraan berat tidak lagi melintas di jalur tersebut.

Jika tidak segera ditangani, warga khawatir musibah ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga bisa memakan korban jiwa. ( RED )