KALAPANUNGGALUPDATE.COM, SUKABUMI, – ( 18/1/2026 ). Kasus penipuan jual beli online kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kali ini, seorang warganet mengaku menjadi korban modus baru penipuan saat membeli sepatu bermerek melalui platform online dengan sistem pengiriman jasa ekspedisi.
Dalam unggahan yang viral di Facebook, korban mengungkapkan kronologi kejadian bermula saat dirinya membeli sepatu Vans Purple dengan harga Rp400 ribu. Transaksi dilakukan dengan kesepakatan pengiriman menggunakan jasa JNE. Namun, kejutan pahit justru diterima saat paket sampai di rumah.
Alih-alih menerima sepatu sesuai pesanan, korban justru mendapatkan sepatu bekas dalam kondisi lusuh dan tidak layak pakai. Merasa tertipu, korban meluapkan kekesalannya melalui media sosial dan memperingatkan warganet lain agar lebih berhati-hati.
“Hati-hati, ini penipuan! Pas paket nyampe malah sepatu buluk yang gua terima,” tulis korban dalam unggahannya.
Tak hanya itu, korban juga meminta bantuan warganet untuk mengidentifikasi pelaku yang disebut bernama Akmal, yang diduga berasal dari wilayah Cikole, Baros, atau Warudoyong. Korban bahkan menawarkan imbalan bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi akurat terkait alamat atau keberadaan terduga pelaku.
Korban menegaskan bahwa langkah hukum akan ditempuh agar pelaku jera dan tidak kembali merugikan orang lain.
Tanggapan Netizen Beragam
Unggahan tersebut langsung menuai beragam reaksi dari netizen. Sebagian besar menyuarakan dukungan dan empati terhadap korban, sekaligus mengingatkan pentingnya kehati-hatian saat bertransaksi online.
- “Modus kaya gini makin sering, harusnya COD aja biar aman,” tulis salah satu netizen.
- “Kasihan, udah bayar mahal dapet barang bekas. Semoga cepat ketemu pelakunya,” komentar netizen lainnya.
- Namun, ada pula netizen yang mengingatkan agar korban tetap menempuh jalur hukum dan tidak bertindak emosional.
- “Laporkan saja ke polisi, jangan main hakim sendiri, biar prosesnya jelas,” tulis akun lainnya.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa penipuan online terus berkembang dengan berbagai modus, dan masyarakat diminta lebih waspada, memeriksa reputasi penjual, serta menggunakan metode transaksi yang aman untuk menghindari kerugian serupa.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terduga pelaku. Warganet pun berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan tersebut demi menjaga keamanan transaksi digital di tengah masyarakat.
KREATIF : TIM REDAKSI
SUMBER : FB SUKABUMI FACEBOOK


















