Genangan Air Dan Lubang Jalan Ancam Keselamatan Pengendara Di Ruas Parungkuda–Kalapanunggal

KALAPANUNGGALUPDATE.COM, Bojong Genteng Kabupaten Sukabumi. — ( 14/1/2026 ).  Kondisi memprihatinkan tampak jelas di sepanjang ruas Jalan Parungkuda–Kalapanunggal, tepatnya di dekat SPBU Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. Jalan yang menjadi akses vital masyarakat ini dipenuhi genangan air bercampur kerikil dan lubang menganga, sehingga sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

Pantauan di lokasi menunjukkan genangan air menutup hampir seluruh permukaan jalan yang rusak. Lubang-lubang besar tertutup air keruh, membuat pengendara sulit memperkirakan kedalaman serta posisi kerusakan. Banyak pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan menjaga keseimbangan ekstra agar tidak terperosok atau tergelincir saat melintas.

“Kalau siang hari saja sudah berbahaya, apalagi kalau malam. Penerangan jalan umum (PJU) di sini sangat minim. Lubang jalan sama sekali tidak kelihatan, apalagi saat hujan turun,” keluh salah seorang pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Menurut pengguna jalan lainnya, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius. Padahal, ruas Parungkuda–Kalapanunggal merupakan jalur penghubung utama aktivitas masyarakat, mulai dari pekerja, pedagang, hingga pelajar. Saat malam hari, minimnya PJU semakin memperparah keadaan karena jarak pandang pengendara sangat terbatas.

Genangan air yang terus dibiarkan tidak hanya mempercepat kerusakan jalan, tetapi juga meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas. Pada malam hari dan saat hujan deras, kondisi jalan berubah menjadi “jebakan” berbahaya karena lubang tertutup air dan gelapnya penerangan.

Warga dan pengguna jalan mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh, termasuk peningkatan penerangan jalan. Mereka berharap adanya langkah cepat dan nyata demi keselamatan pengguna jalan serta kelancaran aktivitas masyarakat.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan bukan hanya kerusakan jalan yang semakin parah, tetapi juga akan menelan korban jiwa. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian warga, justru berubah menjadi ancaman serius, terutama saat malam hari dengan minimnya penerangan jalan umum. ( RED )