Penguatan KIE Bangga Kencana 2025: Kader IMP Siap Maksimalkan Edukasi Hingga Tingkat Desa

Kalapanunggalupdate.com, Kabupaten Sukabumi ( 25/11/2025 ). Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Penguatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana melalui pendekatan kearifan lokal, yang berlangsung pada 24–27 November 2025. Acara ini diikuti ratusan kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dari berbagai kecamatan, termasuk peserta dari Kecamatan Kalapanunggal.

Kegiatan yang digelar di ruang pertemuan resmi DPPKB tersebut menampilkan materi strategis mengenai penguatan edukasi dan komunikasi di tingkat desa. Layar utama menampilkan tema besar: “Penguatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana Melalui Kearifan Lokal Bagi Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP).” Para kader tampak antusias mengikuti sesi demi sesi yang membahas tantangan dan pendekatan baru dalam penyuluhan masyarakat.

Pihak DPPKB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya penting dalam meningkatkan kapasitas kader IMP sebagai ujung tombak edukasi masyarakat.

“Kader IMP adalah garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami berharap kemampuan kader dalam melakukan komunikasi, edukasi, serta penyampaian pesan Program Bangga Kencana semakin kuat dan relevan dengan kondisi lokal,” ujar perwakilan DPPKB.

Ia juga menegaskan bahwa isu-isu seperti pencegahan stunting, kesehatan reproduksi, hingga perencanaan keluarga membutuhkan edukasi langsung dari kader yang memahami karakteristik masyarakat di wilayahnya.

Peserta perwakilan dari Kecamatan Kalapanunggal, Ibu Lilis, turut memberikan tanggapan positif serta komitmen untuk menerapkan hasil pelatihan di wilayahnya.

“Kami dari Kalapanunggal sangat terbantu dengan kegiatan ini. Materi yang diberikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberi kami metode praktis untuk menyampaikan pesan Bangga Kencana secara lebih efektif. Ke depan, kami siap memperkuat peran kader di desa-desa agar masyarakat semakin paham pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi,” ujar Ibu Lilis.

Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan pendekatan kearifan lokal dalam penyuluhan:

“Setiap desa punya karakter berbeda. Dengan pendekatan lokal, pesan edukasi lebih mudah diterima. Kami akan meneruskan pengetahuan ini kepada kader lain di kecamatan,” tambahnya.

DPPKB Kabupaten Sukabumi berharap pelatihan ini dapat memperkuat jejaring kader di tingkat desa serta melahirkan strategi komunikasi yang lebih adaptif. Dengan sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa, Program Bangga Kencana diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. ( WR )