Kalapanunggalupdate.com, Kecamatan Kabandungan, — ( 23/11/2025 ). Suasana hangat dan penuh kehidupan terasa sejak hari pertama para siswa Sekolah Alam Indonesia menginjakkan kaki di Kampung Cigentong, Dusun Pandan Arum, Desa Cipeuteuy. Selama sembilan hari,
Baca Juga : Lengkap, Murah, Terpercaya—BTM Resmi Jadi Toko Pilihan Petani Kalapanunggal https://www.kalapanunggalupdate.com/?p=3598
mereka menjalani kegiatan live in yang bukan hanya mengajak belajar, tetapi juga mengajak merasakan, memahami, dan menyatu dengan kearifan lokal masyarakat setempat.

Kegiatan live in ini menjadi ruang belajar yang sesungguhnya—kelas tanpa dinding, guru tanpa papan tulis. Di sini, ritme kehidupan warga menjadi pedoman, sementara alam dan nilai sosial menjadi sumber ilmu yang terus mengalir.
Baca Juga : Dari Bibit Hingga Pupuk, Semua Ada Di Toko Tani Makmur Kalapanunggal — Siap Antar Ke Rumah Petani! https://www.kalapanunggalupdate.com/?p=3101
Para siswa tinggal bersama keluarga angkat, mengikuti aktivitas keseharian, hingga ikut terlibat dalam gotong-royong ringan yang membuka mata tentang arti kebersamaan.
Interaksi hangat dengan keluarga angkat menumbuhkan empati dan karakter. Obrolan santai di teras rumah, canda di sawah, hingga penyimakan kisah-kisah lokal dari para tetua kampung menjadi pengalaman berharga yang tak selalu didapatkan di ruang kelas. Melalui cerita-cerita lama, tradisi setempat, serta kebiasaan warga Cigentong, para siswa belajar bahwa nilai-nilai lokal menyimpan banyak pelajaran tentang keberagaman dan kearifan hidup.
Tak hanya itu, kekayaan seni tradisi desa juga memberikan warna tersendiri. Para siswa mengenal ragam budaya lokal, menyaksikan bagaimana masyarakat menjaga tradisi, serta memahami bahwa sebuah desa kecil bisa menjadi sumber inspirasi besar tentang identitas dan warisan budaya.
Pada akhirnya, live in di Dusun Pandan Arum bukan sekadar kegiatan tinggal bersama masyarakat. Ia menjadi perjalanan pulang ke akar—sebuah kesempatan untuk menghargai alam, mendengar suara kehidupan desa, belajar dari pengalaman nyata, dan menyadari bahwa pendidikan terbaik sering kali tersembunyi di balik kesederhanaan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat karakter peserta didik sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap budaya serta kehidupan sosial di pedesaan.
Kontributor: IB
Editor: WR



















