KALAPANUNGGALUPDATE.COM |CIGOONG PULOSARI KALAPANUNGGAL, KABUPATEN SUKABUMI – ( 6/11/2026 ). Kabar menggemparkan datang dari Kampung Cigoong RT 34 RW 05, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Seorang peternak bernama Usep dikabarkan mengalami peristiwa memilukan setelah sepuluh ekor dombanya diduga menjadi korban serangan binatang buas. Jum’at, 6 November 2026.
Dari sepuluh ekor domba yang mengalami luka bekas gigitan, dua ekor dilaporkan mati, sementara delapan ekor lainnya masih berhasil diselamatkan oleh pemiliknya.
Peristiwa tersebut diketahui pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, ketika Usep hendak memberikan pakan kepada domba-dombanya seperti rutinitas biasa. Namun, alangkah terkejutnya ia saat mendapati dua ekor domba dalam kondisi mengalami luka bekas gigitan yang mencurigakan.
Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Usep kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada tengkulak setempat. Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, ternyata bukan hanya dua ekor domba yang mengalami serangan, melainkan sebanyak sepuluh ekor domba dalam satu kandang diduga menjadi sasaran gigitan binatang buas.
“Kata Usep kepada Kalapanunggal Update awalnya saya melihat dua ekor domba bekas gigitan. Setelah dicek oleh tengkulak, ternyata jumlah domba yang terkena gigitan mencapai sepuluh ekor dalam satu kandang,” demikian keterangan terkait kejadian tersebut.
Dugaan Serangan Binatang Buas, Peternak Diminta Lebih Waspada
Peristiwa ini menjadi perhatian sekaligus kekhawatiran bagi para peternak di wilayah Desa Pulosari dan sekitarnya. Pasalnya, serangan terhadap hewan ternak dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar, terlebih bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari usaha peternakan.
Hingga saat ini, jenis binatang yang diduga melakukan serangan tersebut belum dapat dipastikan. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kejadian serta kemungkinan adanya ancaman serupa terhadap ternak warga lainnya.
Imbauan bagi Para Peternak
Menyikapi kejadian tersebut, para peternak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan keamanan kandang, terutama pada sore hingga malam hari.
Pastikan kandang berada dalam kondisi aman, memiliki pagar atau penghalang yang memadai, serta rutin memeriksa keadaan ternak. Apabila ditemukan jejak mencurigakan atau tanda-tanda serangan, segera laporkan kepada pemerintah desa, petugas terkait, maupun pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut.
Jangan sampai kejadian serupa kembali terulang dan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat peternak.
Penulis : WR
Sumber : Keterangan Warga
KALAPANUNGGAL UPDATE – Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Masyarakat.



















