KALAPANUNGGALUPDATE.COM | Cicurug, 31 Oktober 2026 — Bukan sekadar melantik pengurus, Front Syarikat Islam Indonesia (PSII) Kabupaten Sukabumi mengobarkan semangat perjuangan Sosialisme Islam melalui penguatan kaderisasi, konsolidasi organisasi, dan pelatihan kepemimpinan. Langkah ini menjadi upaya menyiapkan generasi muda yang teguh dalam tauhid, unggul dalam ilmu, cakap dalam siasah, serta berani memperjuangkan keadilan sosial.
Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Pelantikan dan Pelatihan Kader Front PSII Kabupaten Sukabumi yang berlangsung di Aula Wisata Kolam Cimelati, Kecamatan Cicurug, Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema “Menguatkan Kaderisasi, Konsolidasi Organisasi dan Pergerakan Front Syarikat Islam Indonesia untuk Mewujudkan Generasi yang Berilmu, Berintegritas dan Berdaya Juang demi Terwujudnya Sukabumi Mubarakah”, kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimcam Cicurug, jajaran PC PSII, DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, serta perwakilan dari 10 Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelantikan pengurus PD SEMMI masa juang 2026–2028, dilanjutkan pelantikan pengurus PAC SEPMI, SEMMI, dan Pemuda Muslimin Indonesia. Momentum ini bukan hanya menandai dimulainya amanah kepengurusan, tetapi juga menjadi titik penguatan komitmen kader untuk menggerakkan organisasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat serta masyarakat.
Agus Yusuf Ibrahim: Tauhid, Ilmu, dan Siasah adalah Senjata Perjuangan
Kepala Bagian Pergerakan Pemuda PSII Kabupaten Sukabumi, Agus Yusuf Ibrahim, menegaskan bahwa gerakan pemuda Islam tidak boleh berhenti pada aktivitas seremonial dan slogan organisasi. Kader harus memiliki landasan akidah yang kokoh, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kecakapan menyusun strategi perjuangan untuk menjawab persoalan umat dan bangsa.
“Taklukkan negeri dengan semangat Sosialisme Islam. Tauhid sebagai landasan, ilmu sebagai kekuatan, siasah sebagai strategi, dan keadilan sosial sebagai tujuan perjuangan,” tegasnya.
Menurutnya, kaderisasi harus melahirkan pribadi yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu berpikir kritis, membangun kemandirian, membaca perubahan zaman, dan menawarkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Kekuatan gerakan, lanjutnya, tidak diukur dari banyaknya kegiatan atau kerasnya slogan, melainkan dari kualitas kader, keteguhan ideologi, kecerdasan membaca keadaan, dan konsistensi dalam bekerja untuk kepentingan rakyat.
Karena itu, semangat Sosialisme Islam perlu diwujudkan melalui perjuangan yang berpijak pada nilai ketauhidan, penguatan intelektual, strategi yang terarah, dan keberpihakan terhadap keadilan sosial.
KNPI dan SEMMI: Pemuda Harus Berprinsip, Mandiri, dan Bermanfaat
Bendahara Umum DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Iqbal Candra Buana, yang hadir mewakili DPD KNPI, mengajak para kader menjadi generasi muda yang berprinsip, memiliki kepedulian sosial, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Ia mengingatkan nilai khairunnas anfa’uhum linnas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Nilai tersebut harus tercermin dalam tindakan, pengabdian, dan kontribusi nyata, bukan sekadar menjadi pesan yang disampaikan dalam forum organisasi.
Sementara itu, Ketua PP SEMMI, Zulhadi Ariza, menekankan pentingnya menjadikan organisasi sebagai ruang pembelajaran, pembentukan karakter, dan pengembangan kapasitas pemuda agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, kritis, serta solutif.
Semangat pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto, menurutnya, perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata melalui penguatan pengetahuan, keberanian menyampaikan gagasan, dan kemampuan menjawab tantangan masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan keorganisasian yang diarahkan untuk memperkuat pemahaman ideologi, kepemimpinan, serta orientasi pergerakan kader.
Dari Pelantikan Menuju Aksi Nyata
Pelantikan dan pelatihan ini menjadi momentum bagi Front PSII Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat fondasi gerakan sekaligus memastikan kaderisasi berjalan secara berkelanjutan. Organisasi dituntut mampu melahirkan kader yang tidak hanya memahami nilai perjuangan, tetapi juga sanggup menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Tauhid harus melahirkan integritas. Ilmu harus membangun kecerdasan dan kemandirian. Siasah harus menuntun gerakan agar terarah dan strategis. Sementara itu, keadilan sosial harus menjadi ukuran nyata keberhasilan perjuangan.
Dengan semangat tersebut, Front PSII Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu menyiapkan generasi pejuang yang berkarakter, berdaya saing, dan konsisten memperjuangkan kemaslahatan umat demi terwujudnya Sukabumi Mubarakah.
Sebab, perjuangan tidak selesai ketika pengurus dilantik. Perjuangan baru menemukan maknanya ketika kader bergerak, rakyat merasakan manfaatnya, dan keadilan sosial menjadi kenyataan.
Reporter: AYI
Editor: WR



















