MENCEKAM! Api Lahap Sekitar 1 Hektare Lahan Di Bojonggenteng Sukabumi, Damkar Terkendala Medan Sulit

Kondisi Lahan Yang Terbakar

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | BOJONGGENTENG, SUKABUMI — ( 20/10/2026 ). Kebakaran lahan terjadi di kawasan Kampung Citangkil, perbatasan RT 11 dan RT 16, Desa Berkah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Kobaran api membakar vegetasi kering dan rumpun bambu, disertai kepulan asap yang membubung di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan sementara di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare. Hingga berita ini disusun, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

KLIK DI GAMBAR UNTUK MEMESAN !!!

Kebakaran pertama kali diketahui oleh pengguna jalan yang melintas di jalur Kalapa Nunggal–Bojonggenteng. Mengetahui adanya kobaran api, warga masyarakat bersama tim terkait bergerak melakukan upaya penanganan untuk mencegah api meluas ke area sekitarnya.

Sejumlah instansi terkait dilaporkan telah tiba di lokasi, termasuk petugas pemadam kebakaran (Damkar). Namun, proses pemadaman menghadapi kendala karena kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Meski demikian, warga dan tim yang berada di lokasi terus berupaya mengendalikan kobaran api. Berdasarkan laporan sementara, intensitas api mulai menurun seiring dengan upaya penanganan yang dilakukan.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena kebakaran lahan berpotensi meluas, terutama ketika api menyambar tumpukan dedaunan, ranting, bambu, serta vegetasi kering yang mudah terbakar.

Masyarakat di sekitar lokasi diimbau untuk tetap waspada, menjauhi area kebakaran, serta tidak melakukan tindakan berisiko yang dapat membahayakan keselamatan. Warga juga diharapkan segera melaporkan apabila ditemukan titik api baru agar dapat ditangani secepat mungkin.

Hingga laporan sementara ini disampaikan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Perkembangan lebih lanjut, termasuk total luas lahan terdampak dan hasil penanganan petugas, masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait.

Reporter: Rahmat Hidayat
Editor: WR

error: Mohon Maaf Tidak Bisa Di Salin ( COPAS ) !!