KALAPANUNGGALUPDATE.COM |KABANDUNGAN, KABUPATEN SUKABUMI — ( 17/10/2026 ). Rentetan getaran gempa bumi yang dirasakan warga sejak malam Jumat hingga malam Sabtu, 16–17 Oktober 2026, menimbulkan dampak terhadap sejumlah rumah warga di wilayah Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Dinding bangunan retak, sebagian tembok mengalami kerusakan hingga mengelupas dan runtuh, sementara material bangunan berserakan di lantai. Kondisi tersebut menyisakan kekhawatiran bagi warga yang kembali merasakan getaran gempa di tengah aktivitas mereka.
Getaran gempa kembali dirasakan oleh sebagian warga di wilayah Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, dan Kecamatan Kabandungan pada Jumat malam, 16 Oktober 2026. Guncangan tersebut menambah kewaspadaan masyarakat setelah sejumlah kejadian gempa dirasakan dalam rentang malam Jumat hingga malam Sabtu.
Berdasarkan informasi pada peta gempa BMKG, gempa terjadi pada pukul 21.55 WIB dengan magnitudo 2,5. Pusat gempa berada di darat, sekitar 21 kilometer barat daya Kota Bogor, pada koordinat 6,66 Lintang Selatan dan 106,63 Bujur Timur, dengan kedalaman 9 kilometer.
BMKG mencatat gempa tersebut dirasakan dengan intensitas II Modified Mercalli Intensity (MMI) di Kecamatan Kabandungan. Pada skala ini, getaran umumnya dirasakan oleh sebagian orang, terutama ketika berada di dalam bangunan, meskipun tingkat getaran yang dialami dapat berbeda di setiap lokasi.
84 Rumah Terdampak, 333 Jiwa Masuk dalam Pendataan
Di Kecamatan Kabandungan, dampak kejadian gempa tercatat cukup luas. Berdasarkan data sementara yang disampaikan, sebanyak 84 rumah terdampak, dengan jumlah 94 kepala keluarga (KK) atau 333 jiwa yang masuk dalam pendataan.
Kerusakan terlihat pada sejumlah bagian bangunan, mulai dari retakan pada dinding hingga bagian tembok yang terkelupas dan runtuh. Material berupa pecahan beton, bata, serta puing-puing bangunan tampak berserakan di beberapa titik, sebagaimana tergambar dalam dokumentasi kondisi bangunan terdampak.
Meski demikian, berdasarkan laporan sementara dari petugas lapangan, seluruh kerusakan yang telah dilaporkan sejauh ini dikategorikan sebagai rusak ringan. Data tersebut masih menjadi laporan sementara dan dapat berubah apabila ditemukan perkembangan atau hasil pendataan lanjutan.
Kepala Desa Kabandungan, Bedi, S.E., menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan dan laporan sementara dari petugas lapangan, kerusakan rumah warga yang terdata untuk sementara masuk kategori rusak ringan.
Pendataan menjadi bagian penting untuk memastikan jumlah rumah terdampak, kondisi bangunan, serta warga yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Pemeriksaan lanjutan juga diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat kerusakan lain yang belum teridentifikasi, terutama pada bagian bangunan yang mengalami retakan cukup lebar atau kerusakan pada elemen konstruksi.
Di tengah rentetan getaran yang dirasakan warga, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak mengabaikan kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing.
Warga Diminta Waspadai Kondisi Bangunan
Retakan pada dinding, bagian tembok yang terlepas, serta puing-puing bangunan menjadi pengingat bahwa dampak gempa perlu ditangani dengan kehati-hatian. Warga yang menemukan retakan baru atau kerusakan yang semakin melebar sebaiknya menghindari bagian bangunan yang berpotensi runtuh dan meminta pemeriksaan dari petugas atau tenaga teknis yang berwenang.
Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG dan arahan pemerintah setempat. Warga tidak perlu terpancing kabar yang belum terverifikasi, termasuk informasi mengenai potensi gempa susulan yang tidak bersumber dari pihak berwenang.
Rentetan getaran yang dirasakan sejak malam Jumat hingga malam Sabtu ini menjadi perhatian bagi masyarakat Kecamatan Kabandungan dan wilayah sekitarnya. Di balik angka 84 rumah, 94 kepala keluarga, dan 333 jiwa yang masuk dalam pendataan, terdapat kebutuhan nyata untuk memastikan kondisi bangunan aman serta keselamatan warga tetap menjadi prioritas.
Sumber informasi gempa: BMKG.
Lokasi dampak: Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Periode kejadian yang dilaporkan: Malam Jumat hingga malam Sabtu, 16–17 Oktober 2026.
Reporter : Iwan Baskara
Editor : WR



















