KALAPANUNGGALUPDATE.COM | LEBAK, BANTEN — ( 29/9/2026 ). Bagi sebagian orang, jabatan kepala desa mungkin identik dengan rutinitas administrasi dan pelayanan di kantor. Namun, bagi Agus Sumardi, yang akrab disapa Agus Kuncir, jabatan sebagai Jaro atau Kepala Desa Wanasari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, justru menjadi amanah untuk turun langsung membantu masyarakat.
Bersama sang istri yang akrab disapa Ibu Jaro, Agus Kuncir mendedikasikan diri sebagai relawan sekaligus kader kesehatan bagi warga. Melalui semangat “WANASARI SEHAT SEJAHTERA”, keduanya berupaya memastikan warga yang membutuhkan pertolongan kesehatan tidak dibiarkan menghadapi persoalan seorang diri.
Komitmen tersebut, menurut Agus, berawal dari keprihatinannya melihat masih adanya warga yang mengalami berbagai kendala ketika hendak mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Prinsip kami, utamakan kesehatan warga dulu. Urusan lelah dan biaya operasional belakangan. Yang penting warga bisa tertangani di rumah sakit dengan selamat,” ujar Agus Kuncir.
Prinsip tersebut tidak berhenti sebagai slogan. Dalam berbagai kondisi, Agus bersama istrinya turun langsung mendampingi warga, mulai dari membantu mencari akses pelayanan kesehatan, mendampingi persoalan administrasi, hingga mengantar pasien menuju fasilitas kesehatan.
Bahkan, bantuan tersebut tidak hanya diberikan kepada warga Desa Wanasari. Warga dari luar desa, bahkan dari luar Kecamatan Cibeber, yang mengalami kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan juga disebut kerap datang meminta bantuan.
Mulai dari persoalan BPJS Kesehatan yang tidak aktif, keterbatasan biaya, hingga ketidaktahuan mengenai prosedur pelayanan rumah sakit, menjadi sejumlah persoalan yang berusaha dibantu Agus dan istrinya.
“Sering warga bingung mau berobat ke mana, BPJS-nya tidak aktif, tidak punya biaya, tidak tahu prosedur di rumah sakit. Ya kita bantu, kita dampingi. Kasihan kalau dibiarkan,” kata Agus Sumardi saat ditemui, Minggu (28/9/2026).
Dedikasi itu bahkan dilakukan tanpa mengenal waktu. Ambulans Desa Wanasari yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan dan harus segera mendapatkan perawatan.
Siang maupun malam, Agus bersama istrinya bersedia mengantar pasien menuju sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Malingping, RSUD Sekarwangi, RS Bunut, RS Palabuhanratu, hingga RS Assyifa Sukabumi. Dalam kondisi tertentu, pasien juga harus mendapatkan rujukan lebih jauh hingga ke Jakarta maupun Bandung.
“Kadang tengah malam ada warga yang harus segera dibawa ke RSUD Malingping, RSUD Sekarwangi, RS Bunut, RS Palabuhanratu, RS Assyifa Sukabumi, bahkan sampai harus dirujuk ke Jakarta dan Bandung. Tanpa pikir panjang, saya dan istri langsung antar. Ambulans desa memang untuk kepentingan warga,” tuturnya.
Bagi Agus Kuncir, pelayanan kepada masyarakat tidak mengenal batas waktu maupun status sosial. Selama ada warga yang membutuhkan pertolongan, ia berupaya membantu hingga mendapatkan penanganan dan dapat kembali ke rumah dengan selamat.
Potret pengabdian tersebut tergambar dalam aktivitas Agus bersama warga yang membutuhkan pertolongan kesehatan. Sosok Jaro Wanasari itu memilih hadir langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar memberikan arahan dari balik meja.
KALAPANUNGGAL UPDATE mencatat, dedikasi Agus Sumardi bersama Ibu Jaro menjadi gambaran tentang bagaimana pelayanan publik dapat diwujudkan melalui kepedulian dan kehadiran langsung di tengah masyarakat.
Sebab, bagi sebuah desa, kesehatan bukan sekadar urusan fasilitas pelayanan. Di balik setiap warga yang mendapatkan pertolongan, ada kepedulian, pendampingan, dan perjuangan agar mereka tidak merasa sendirian ketika menghadapi persoalan kesehatan.
Reporter: DEDA ABDURROHMAN
KALAPANUNGGAL UPDATE



















