Pemuda Muslim Indonesia Ikuti Defile HUT Bhayangkara Ke-80, Sebagai Wujud Dukungan Terhadap POLRI

KALAPANUNGGALUPDATE.COM |Bogor – (1/7/2026 ).; Semangat persatuan dan kebangsaan mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Di tengah kemeriahan dan kekhidmatan upacara kenegaraan tersebut, keikutsertaan Pemuda Muslimin Indonesia dalam defile menjadi salah satu perhatian publik sebagai simbol nyata dukungan organisasi kepemudaan terhadap Polri dalam menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Upacara Hari Bhayangkara ke-80 dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta dihadiri Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, jajaran pejabat negara, pimpinan TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga berbagai organisasi kepemudaan dari seluruh Indonesia.

Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan susunan acara, laporan Komandan Upacara, penghormatan kepada Sang Merah Putih, dan kedatangan Presiden bersama Wakil Presiden di mimbar kehormatan pada pukul 07.56 WIB.

Salah satu agenda yang menyita perhatian adalah defile kebangsaan yang diikuti berbagai elemen masyarakat, termasuk resimen pemuda keagamaan yang terdiri dari sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) tingkat nasional. Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Saidul Huda, Sekretaris Jenderal Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia, hadir mewakili organisasinya bersama sejumlah organisasi kepemudaan keagamaan lainnya.

Sementara itu, Muhammad Khairul Huda, Sekretaris Jenderal PB Pemuda Muslimin Indonesia, menegaskan bahwa partisipasi organisasinya dalam defile Hari Bhayangkara ke-80 merupakan bentuk penghormatan sekaligus dukungan terhadap pengabdian Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa.

“Keikutsertaan kami dalam defile Hari Bhayangkara ke-80 ini merupakan wujud dukungan dan kecintaan kepada Polri yang selama ini telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa Indonesia. Polri senantiasa hadir menegakkan hukum serta memastikan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan semangat kebangsaan tetap terpelihara,” ujar Khairul Huda.

Menurutnya, tantangan bangsa ke depan membutuhkan kolaborasi yang semakin erat antara generasi muda, masyarakat, dan institusi negara. Karena itu, sinergi antara organisasi kepemudaan dengan Polri harus terus diperkuat sebagai fondasi dalam menjaga stabilitas nasional.

Ia juga menegaskan bahwa Pemuda Muslimin Indonesia memiliki komitmen untuk terus melahirkan generasi muda yang religius, berakhlak mulia, cinta tanah air, serta memiliki semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai dinamika sosial yang berkembang.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80, lanjutnya, bukan hanya menjadi peringatan perjalanan panjang pengabdian Polri kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan maju.

Keikutsertaan Pemuda Muslimin Indonesia dalam defile tersebut sekaligus menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan berbasis keagamaan memiliki peran strategis dalam mendukung terciptanya keamanan nasional. Dengan semangat kebersamaan, organisasi ini berkomitmen menjadi mitra konstruktif Polri dalam menjaga kondusivitas masyarakat, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pun menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui semangat kolaborasi dan persatuan, Pemuda Muslimin Indonesia berharap hubungan harmonis antara masyarakat dan Polri semakin kokoh demi mewujudkan Indonesia yang aman, tertib, sejahtera, dan berkeadilan.

 

Reporter : AGUS YI     Editor : WR