Bermodal Ember Oranye, Abah Umar Galang Dana Seikhlasnya Demi Menutup Lubang Jalan Yang Bertahun-Tahun Dibiarkan Rusak

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | LEBAK SARI PARAKANSALAK, – ( 11/6/2026 ).  Kondisi jalan rusak dan berlubang di wilayah Desa Lebak Sari, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan warga. Kerusakan jalan yang telah berlangsung cukup lama itu dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat kendaraan berpapasan di jalur sempit dan ketika musim hujan tiba.

Di tengah belum adanya perbaikan menyeluruh, muncul sosok yang mendapat perhatian masyarakat. Abah Umar, petugas Satlinmas Desa Lebak Sari, bersama sejumlah warga berinisiatif melakukan perbaikan jalan secara swadaya demi mengurangi risiko kecelakaan.

Dengan peralatan sederhana dan material seadanya, Abah Umar terlihat menambal bagian jalan yang berlubang. Untuk memenuhi kebutuhan material, ia meminta bantuan secara sukarela kepada para pengendara yang melintas.

“Jalan ini sudah lama rusak dan berlubang. Kami punya inisiatif memperbaiki sendiri dengan meminta seikhlasnya kepada pengendara yang lewat. Hasilnya kami gunakan untuk membeli material dan memperbaiki jalan. Kadang ada yang memberi, kadang tidak. Pendapatan setiap hari juga tidak menentu,” ujar Abah Umar kepada warga yang berada di lokasi.

Aksi tersebut mendapat beragam respons positif dari masyarakat. Banyak warga menilai langkah yang dilakukan Abah Umar merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan, mengingat kondisi jalan yang rusak dapat membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat.

Selain mengganggu kenyamanan, jalan berlubang juga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara yang tidak mengetahui kondisi medan. Beberapa warga berharap pemerintah terkait dapat segera memberikan perhatian serius agar perbaikan permanen dapat dilakukan.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Abah Umar. Namun tentu perbaikan swadaya ini bukan solusi jangka panjang. Kami berharap pemerintah segera turun tangan agar jalan ini bisa diperbaiki secara menyeluruh,” ungkap salah seorang warga.

Kisah Abah Umar menjadi potret nyata semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat. Ketika menunggu bantuan dan perbaikan resmi, warga memilih bergerak dengan kemampuan yang ada demi menjaga keselamatan bersama.

Kini harapan masyarakat Desa Lebak Sari hanya satu: jalan yang layak, aman, dan nyaman untuk dilalui, sehingga aktivitas warga, pelajar, dan pengguna jalan lainnya tidak lagi dihantui oleh ancaman lubang dan kerusakan yang telah berlangsung cukup lama. ( RED )