KALAPANUNGGALUPDATE.COM | Bojonggaling Kecamatan Bojonggenteng – ( 5/6/2026 ). Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bojonggenteng mengakibatkan terjadinya musibah tanah longsor yang menimpa sebuah rumah warga di Kampung Cikubang RT 020/005, Desa Bojonggaling, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Rumah milik Samsu Arman (43) menjadi korban terjangan material tanah dari tebing yang berada tepat di belakang bangunan. Longsoran yang terjadi secara tiba-tiba tersebut menyebabkan bagian belakang rumah mengalami kerusakan cukup serius akibat tekanan material tanah yang masuk hingga merusak dinding bangunan.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Saat kejadian, seluruh anggota keluarga yang berjumlah 4 jiwa berhasil menyelamatkan diri sehingga terhindar dari dampak yang lebih fatal.
Berdasarkan pantauan di lokasi, material longsoran berupa tanah dan bebatuan menekan bagian belakang rumah hingga menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan. Kondisi tanah yang labil akibat hujan deras yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir diduga menjadi penyebab utama terjadinya longsor.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana tersebut, pada Jumat pagi (5/6/2026) sejumlah unsur pemerintah dan stakeholder terkait turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Hadir dalam kegiatan tersebut perangkat desa, unsur kewilayahan, petugas kesehatan dari UPTD Puskesmas Bojonggenteng, serta berbagai pihak terkait lainnya guna melakukan asesmen dan penanganan awal terhadap dampak bencana.
Tim gabungan melakukan pendataan kerusakan, memeriksa kondisi lingkungan sekitar, serta mengkaji potensi longsor susulan yang masih mengancam mengingat lokasi rumah berada di bawah lereng dengan kontur tanah yang cukup curam.
Warga sekitar diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat turun hujan dengan intensitas tinggi. Selain itu, masyarakat yang berada di sekitar area rawan longsor diminta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila ditemukan retakan tanah maupun tanda-tanda pergerakan tanah yang berpotensi menimbulkan bencana susulan.
Musibah ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam di musim penghujan. Sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penanganan serta meminimalisir risiko yang dapat terjadi di kemudian hari. ( RH )


















