Dari Sampah Jadi Rupiah: Inovasi Pemuda Kalapanunggal Ciptakan Paving Block Ramah Lingkungan

Kalapanunggalupdate.com, DESA KALAPANUNGGAL. –  ( 5/11/2025 ). Sampah plastik kerap menjadi masalah lingkungan yang sulit ditangani di berbagai daerah. Namun hal itu tidak berlaku bagi para remaja di Desa Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Alih-alih menjadi persoalan, limbah plastik di wilayah ini justru disulap menjadi sumber cuan melalui inovasi pembuatan paving block.

Inovasi ini dilakukan oleh para pemuda Karang Taruna dan Posyandu Remaja, berkolaborasi dengan BUMDes, LPM, dan PKK Desa Kalapanunggal. Pengolahan dilakukan di Kampung Limus Amis RT 05 RW 02 Desa Kalapanunggal sejak beberapa bulan terakhir, dan kini hasilnya mulai dipasarkan di lingkungan desa. (04/11/2025)

Proses pembuatan paving block masih bersifat sederhana. Sampah plastik yang dikumpulkan ibu-ibu PKK dilelehkan menggunakan alat sederhana, lalu dituangkan ke dalam cetakan hingga mengeras menjadi paving block yang kuat dan fungsional.

Ketua Karang Taruna Desa Kalapanunggal, Taufik Rahman, mengatakan bahwa program ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

“Sampah-sampah plastik dikumpulkan dari warga oleh ibu-ibu PKK. Saat ini pembiayaan masih bersumber dari BUMDes, dan Alhamdulillah produk paving block dari plastik ini sudah mulai kami pasarkan di sekitar Desa Kalapanunggal,” ujar Taufik.

Sementara itu, Kepala Desa Kalapanunggal, Hendra Suhendra, mengapresiasi inisiatif anak muda desanya. Ia berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi desa.

“Kalau program ini berjalan dengan baik, kami ingin masyarakat bisa membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan menabung sampah. Ini bisa menjadi langkah konkret dalam menjaga kebersihan dan kemandirian ekonomi desa,” ungkap Hendra.

Hendra menambahkan, pemerintah desa membuka peluang bagi investor dan pihak eksternal untuk berkolaborasi demi meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas pengolahan sampah plastik.

“Kami sangat berharap ada bantuan dana agar kapasitas pengolahan bisa lebih besar, sekaligus mengajak masyarakat untuk menggunakan produk paving block hasil karya anak muda desa sendiri,” tuturnya.

Program kreatif ini menjadi bukti bahwa dengan kolaborasi dan kesadaran lingkungan, limbah plastik dapat berubah menjadi sumber pendapatan dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Kontributor: AGUS YI

Editor: WR